Usai Musda Golkar Sukabumi, Daniel Mutaqien Ingatkan Gundar Rangkul Semua Kader

Usai Musda Golkar Sukabumi, Daniel Mutaqien Ingatkan Gundar Rangkul Semua Kader

seputarankita.com – Dinamika internal Partai Golkar Kota Sukabumi seusai Musyawarah Daerah (Musda) XI mendapat perhatian Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan kader di tengah munculnya isu loyalitas setelah H. Gundar Kolyubi terpilih sebagai ketua baru.

Daniel menegaskan, kepengurusan baru perlu mengakomodasi seluruh kekuatan yang ada di tubuh partai. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan seorang pemimpin tanpa dukungan dan kerja sama kader.

Pernyataan itu disampaikan Daniel seusai pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Kota Sukabumi, Minggu (25/10/2026).Saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan Gundar yang menyinggung keberadaan kader yang dianggap berkhianat atau bermuka dua, Daniel memilih tidak memberikan penilaian langsung. Ia justru menekankan bahwa seluruh potensi kader perlu dirangkul untuk memperkuat organisasi.

“Kalau yang statement ketua baru, tanyakan ke ketua baru. Kalau dari saya, yang pasti keinginan kami, keinginan Jawa Barat, kita harus merangkul semua kekuatan yang ada,” ujar Daniel.Menurut Daniel, soliditas menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kekuatan politik Partai Golkar di Kota Sukabumi.

Ia menilai kemampuan seorang ketua tidak akan cukup apabila tidak diikuti dukungan dari seluruh unsur organisasi.

“Sehebat-hebatnya Daniel Mutaqien atau Pak Gundar, tanpa ada kerja sama dengan semua pihak, tanpa ada kerja sama dengan semua kekuatan-kekuatan, ya tentu saja tidak akan menjadi apa-apa,” katanya.

Daniel melanjutkan, kekuatan partai justru dapat dibangun melalui kemampuan mengakomodasi berbagai kelompok dan potensi kader yang ada.“Tapi yang akan menjadi kekuatan besar adalah kita bisa mengakomodir semua kekuatan-kekuatan yang ada, khususnya yang ada di Kota Sukabumi,” sambungnya.

Pesan tersebut disampaikan di tengah pembahasan mengenai loyalitas kader setelah pergantian kepemimpinan DPD Partai Golkar Kota Sukabumi.

BACA JUGA:  Jalan Mulus Kang Dedi Mulyadi Menuju Jabar 1: Siapa Pendamping Idealnya dalam Pilgub 2024?

Daniel juga menanggapi dinamika yang terjadi selama proses pemilihan ketua dalam Musda XI. Menurutnya, perbedaan pandangan dan persaingan antarkader merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi politik. Ia menyebut Partai Golkar memiliki banyak kader dengan potensi dan kemampuan masing-masing, sehingga munculnya dinamika dalam proses organisasi merupakan hal yang lumrah.

“Kalau sebenarnya dinamika itu terjadi di semua kabupaten/kota, namanya juga Golkar. Kita kader-kadernya penuh dengan banyak kader-kader yang berpotensi, semuanya memiliki kualitas yang sama,” ungkapnya.

Daniel berharap perbedaan yang muncul selama Musda dapat disikapi secara dewasa dan tidak menghambat proses konsolidasi kepengurusan baru. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Musda XI Golkar Kota Sukabumi yang dinilainya berlangsung kondusif hingga menghasilkan Gundar Kolyubi sebagai ketua terpilih.

Selain menekankan pentingnya menjaga kebersamaan kader, Daniel turut menyinggung target politik yang harus dihadapi kepengurusan baru Partai Golkar Kota Sukabumi.

Salah satu sasaran yang ditekankannya adalah peningkatan perolehan kursi legislatif pada pemilihan umum mendatang. Daniel juga menyampaikan harapan agar Golkar mampu meraih kemenangan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

“Yang pasti yang utama harus nambah kursi. Targetnya itu. Sambil Pilkada juga kita harus menang,” tegas Daniel.

Dengan terpilihnya Gundar Kolyubi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, konsolidasi internal menjadi salah satu agenda yang mendapat penekanan dari kepengurusan tingkat provinsi. Daniel menempatkan kerja sama seluruh kader sebagai bagian penting dalam menghadapi agenda politik partai ke depan.

Penulis dan Editor: