Seputarankita.com – SUKABUMI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sukabumi, menyebut tekah menerima laporan dari pelapor dan saksi pelapor yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran pidana Pemilu pada Jumat 27 September 2024.
Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Kota Sukabumi Firman Alamsyah, Sabtu (28/9/2024).
“Kami telah melakukan pemeriksaan syarat formil dan meteril yang berkaitan denga dugaan pelanggaran tersebut. Laporan sudah diregistrasi dan dibahas di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) ,” kata Firman.
Dia menambahkan, hari ini merupakan hari kedua pemeriksaan. Pada pemeriksaan pertama lanjut dia, menghadirkan pelapor dan saksi pelapor. “Penanganan pelanggaran pidana itu 3+2. Deadline itu tanggal 1 Oktober dilakukan pembahasan akhir bersama Gakkumdu,” ujarnya.
Bisa dilanjutkan ke tingkat penyidikan atau tidaknya nanti pada tanggal 1 Oktober. Sampai hari ini kita belum bisa menyimpulkan apa-apa karena masih ada pemeriksaan saksi berkaitan dengan laporan ini. Baru dua saksi pelapor yang diperiksa, tambahnya.
Masih kata Firman, yang menjadi pokok laporan adalah dugaan kampanye di luar jadwal dan money politik. Kalau terbukti money politik maka akan dijatuhkan sanksi etik. Jika langsung bersentuhan langsung dengan calon.
“Karena klausul di Pilkada itu pemberi dan penerima. Tapi jika tidak terputus di pasangan calon. Terkait beredarnya bagi-bagi uang di video itu diduga dilakukan tim salah satu paslon,” ujarnya.
Karena masih ada jadwal pemeriksaan saksi sehingga pihaknya belum bisa menyimpulkan apa-apa. Soal kampanye di luar jadwal itu di PKPU 13 tahun 2024, ada tahapan kampanye ada jadwal kampanye. Jadi jadwal itu ada di tahapan kampanye yaitu mulai tanggal 25 September sampai 23 November.
Pengacara Tim MAJU, Angga Perwira Sukmawinata, menyatakan, bahwa mereka ingin memahami posisi kasus ini. Mereka meminta klarifikasi mengenai tahapan yang sedang berlangsung dan peristiwa hukum yang dilaporkan.
Pihaknya ujar Angga memerlukan fakta hukum yang jelas sebelum mengambil langkah selanjutnya. Mereka juga berkomitmen untuk menganalisis kondisi terkini dan menentukan tindakan strategis yang diperlukan.
Hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari tim MAJU, namun mereka terus memantau perkembangan. Angga berharap dapat mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai video yang menjadi bahan aduan.
Ke depannya, jika terbukti ada pelanggaran hukum, tim MAJU siap mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk menanggapi situasi ini dengan tepat.





