Seputarankita.com – SUKABUMI – Sejumlah titik destinasi wisata Pantai Palabuhanratu hingga Cisolok, Kabupaten Sukabumi kembali di padati wisatawan yang mengisi masa liburan sebelum aktivitas berjalan efektif Kamis mendatang.
Pantauan di beberapa lokasi seperti Pantai Wisata Alun-alun Gadobankong Palabuhanratu, Pantai Istiqomah Citepus hingga Karang Hawu Cisolok, menunjukkan lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan sejak libur akhir pekan dan libur panjang.
Humas Pokdarwis RTH Citepus, Rahmat, mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, jumlah wisatawan meningkat hingga 90% di bandingkan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, untuk hari Selasa ini pengunjung RTH sudah tiga hari berturut-turut ramai sejak Sabtu. Tentu sangat jauh berbeda dibandingkan libur biasa. Alhamdulillah, ada peningkatan yang luar biasa,” ujar Rahmat, Selasa (28/1/2025).
Rahmat menambahkan, kepadatan kali ini bahkan lebih ramai dibandingkan saat libur tahun baru. Faktor cuaca yang lebih cerah menjadi salah satu alasan utama.
“Lebih ramai hari ini dibanding libur tahun baru, karena mungkin saat itu cuacanya kurang mendukung. Sekarang, alhamdulillah, cuacanya steril,” tambahnya.
Menurut Rahmat, pengunjung yang datang ke RTH Citepus dan pantai-pantai sekitarnya didominasi wisatawan luar kota.
“Kalau melihat dominasi plat kendaraan, banyak dari luar kota, seperti Bogor dan Jakarta. Saya sempat berbincang dengan beberapa pengunjung yang mengaku datang dari wilayah-wilayah tersebut,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa wisata pantai di Sukabumi tetap ramah bagi wisatawan, terutama dari segi harga.
“Alhamdulillah, di sini harga-harga tetap terjangkau, tidak ada kenaikan meskipun sedang ramai pengunjung,” ujar Rahmat.
Selain itu, Rahmat mengimbau pengunjung untuk tetap berhati-hati saat menikmati pantai, terutama saat berenang.
Ia menegaskan pentingnya menghindari berenang terlalu ke tengah karena ombak yang tidak stabil dan potensi arus bawah yang kuat.
“Untuk para pengunjung, imbauan dari saya, kalau mau berenang jangan terlalu ke tengah karena ombaknya tidak stabil. Kami khawatir dengan arus bawah yang kencang,” tandasnya. IND





