Ayep Zaki Gerakkan Filantropi Biayai Program Sosial Tanpa Bergantung APBD

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki gencar melakukan terobosan termasuk menggaet filantropi untuk mendanai program sosial / FT: Ist

SeputaranKita.com- Skema pembiayaan konvensional mulai ditinggalkan. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, tampil dengan pendekatan berbeda dengan menggerakkan filantropi dan wakaf produktif sebagai mesin baru pendanaan program kesejahteraan masyarakat.

Langkah tersebut bukan sekadar wacana. Donasi sebesar Rp41.218.000 dari tim internal yang dipimpin Yeni langsung disalurkan kepada Dinas Sosial untuk menjangkau 12 Pemerlu Atensi Sosial (PAS).

Aksi cepat ini menegaskan bahwa skema non-APBD mulai dioperasikan secara nyata.

Di saat banyak daerah masih bertumpu pada APBN dan APBD, Ayep justru mendorong pola pembiayaan alternatif yang lebih fleksibel dan berkelanjutan.

Dukungan dari Bank BJB sebelumnya sebesar Rp150 juta membuat total dana filantropi kini menembus Rp191 juta angka yang terus didorong untuk berkembang.

Bagi Ayep, ini bukan sekadar pengumpulan dana, tetapi perubahan paradigma. Pemerintah tidak lagi menjadi satu-satunya sumber solusi, melainkan membuka ruang partisipasi publik dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Strategi itu diperkuat melalui Lembaga Wakaf Doa Bangsa yang telah menghimpun aset Rp2,78 miliar. Dana tersebut ditempatkan pada instrumen keuangan syariah seperti sukuk, menghasilkan imbal hasil stabil di kisaran 4,8 hingga 5 persen per tahun.

Hasilnya mulai terasa. Sekitar Rp135 juta per tahun kini tersedia sebagai “amunisi sosial” yang bisa digulirkan tanpa menggerus anggaran utama pemerintah.

Bahkan, jika skala aset meningkat, potensi dana bisa melonjak hingga miliaran rupiah setiap tahun.

Ayep membaca celah yang selama ini jarang disentuh: keberlanjutan. Program sosial kerap berhenti saat anggaran habis, namun melalui model ini, sumber dana terus berputar dan tumbuh.

Tak hanya berhenti pada konsep, ia juga menekan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bergerak.

Dari camat hingga puskesmas diminta ikut menyebarkan semangat kolaborasi, sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:  Rilis RLPPD 2024 di Momen HUT ke 111 Pemkot Sukabumi Ciptakan Inovasi dan Perbaikan Sistem Pelayanan Publik

Pesan Ayep tegas yakni jangan biarkan gagasan besar dikerdilkan oleh skeptisisme. Ia ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari kebaikan publik bisa diubah menjadi dampak nyata.

Program 12 PAS menjadi bukti awal bahwa pendekatan ini bukan sekadar eksperimen. Ini adalah arah baru ketika solidaritas masyarakat diolah menjadi kekuatan finansial yang mampu menopang kesejahteraan secara berkelanjutan. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *