seputarankita.com- Ruas Jalan Perana yang selama ini menjadi salah satu akses penting penghubung sejumlah kawasan di Kota Sukabumi akhirnya mulai dibeton. Proyek yang dilaksanakan Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) itu diharapkan mampu mengakhiri persoalan kerusakan jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.
Pekerjaan mencakup ruas sepanjang 665 meter mulai dari kawasan Jalan Siliwangi hingga STA 665. Dengan kondisi lebar jalan yang berbeda-beda, mulai empat hingga enam meter, pelaksanaan pembangunan dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan agar hasilnya tetap optimal.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Sukabumi, Hendri Yoswara, menjelaskan konstruksi beton dipilih karena dinilai lebih mampu menahan beban lalu lintas dan memiliki usia pakai yang lebih panjang dibanding penanganan biasa.
Struktur jalan dibangun menggunakan lapisan beton dasar (lean concrete) setebal lima sentimeter yang dilanjutkan dengan beton utama setebal 20 sentimeter.
Menurut Hendri, masa pelaksanaan pekerjaan dibatasi maksimal 120 hari kalender sesuai kontrak. Namun, kontraktor menargetkan pekerjaan dapat selesai lebih cepat melalui penerapan metode percepatan tanpa mengurangi standar mutu konstruksi.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp2,176 miliar dan dikerjakan oleh CV Makmur Sentosa dengan pengawasan konsultan Grandy and Friend. Seluruh tahapan pembangunan akan diawasi agar memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Selama proses pengerjaan, akses masyarakat tetap menjadi perhatian. DPUTR bersama pelaksana proyek telah berkoordinasi dengan warga Perumahan Prana mengenai pengaturan lalu lintas selama penutupan jalan berlangsung.
Sistem buka-tutup akan diterapkan agar aktivitas warga tetap berjalan meski pekerjaan pengecoran sedang dilakukan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif guna mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi proyek.
Anggota DPRD Kota Sukabumi, Ahmad Farid, mengatakan pembangunan Jalan Perana merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut.
Dia menambahkan, penggunaan konstruksi beton menjadi langkah tepat agar kerusakan tidak kembali terjadi dalam waktu singkat.
Ia juga berharap pembangunan ke depan dilengkapi fasilitas pendukung seperti penerangan jalan umum sehingga keamanan pengguna jalan dapat semakin terjamin, terutama pada malam hari.
Ahmad Farid menegaskan pihaknya akan terus memantau jalannya proyek hingga selesai agar kualitas pekerjaan sesuai harapan masyarakat.
Dengan dimulainya betonisasi ini, Jalan Perana diharapkan mampu menjadi jalur transportasi yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kelancaran mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya. UM





