Daerah  

Reses di Cisarua, Aleg PKS Soroti Data Bansos dan Infrastruktur

Reses di Cisarua, Aleg PKS Soroti Data Bansos dan Infrastruktur
Aleg PKS Dani Ramadhani mendorong pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan bansos dilakukan secara transparan dan akuntabel / FT: Ist

seputarankita.com – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dani Ramdhani, menyoroti pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial serta pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke lingkungan permukiman.

Hal tersebut disampaikan Dani saat melaksanakan kegiatan reses Masa Persidangan ke-1 Tahun Sidang di Babakan Jampang RW 11, Kelurahan Cisarua, Kota Sukabumi.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat. Sejumlah tokoh masyarakat, Ketua RW, Ketua RT, serta warga hadir untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan yang berkembang di lingkungan mereka.

Dani mengatakan, reses menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas anggota DPRD karena memberikan kesempatan untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat.

Menurutnya, berbagai masukan yang diperoleh dari warga dapat menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan pembahasan pembangunan daerah sesuai dengan kewenangan DPRD.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah ketepatan pendataan masyarakat penerima bantuan sosial. Dani menilai program bantuan harus benar-benar diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Ia menekankan pentingnya pengawalan data kesejahteraan sosial dan data desil agar tidak terjadi warga yang berhak justru terlewat dari program bantuan akibat persoalan administrasi maupun ketidaktepatan data.

Selain persoalan bantuan sosial, kebutuhan pembangunan infrastruktur lingkungan juga menjadi perhatian. Jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, sanitasi, hingga fasilitas umum merupakan sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.

Menurut Dani, pembangunan tidak hanya perlu berfokus pada kawasan atau jalan utama, tetapi manfaatnya juga harus dirasakan masyarakat hingga ke tingkat lingkungan dan RW.

“Kebutuhan masyarakat di lingkungan harus menjadi bagian dari perhatian pembangunan. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat di jalan-jalan utama, sementara persoalan di lingkungan belum tertangani,” ujarnya.

BACA JUGA:  Hujan Tak Berhenti, P2BK Purabaya Ingatkan Waspada Pergerakan Tanah di Kampung Cirajeg

Dalam kesempatan tersebut, Dani juga menyoroti pentingnya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta dukungan bagi pedagang kecil. Akses permodalan dan peluang pengembangan usaha dinilai perlu terus didorong untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

Selain itu, perluasan kesempatan kerja bagi generasi muda menjadi perhatian. Pelatihan keterampilan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

Dani juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Persoalan sosial seperti kenakalan remaja, perundungan, pengaruh judi online, hingga ketahanan keluarga perlu mendapat perhatian bersama.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan penguatan pendidikan, karakter, serta kualitas kehidupan sosial masyarakat.

Dani menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses akan dihimpun dan menjadi bahan perjuangan serta pembahasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Namun, ia menekankan bahwa setiap aspirasi harus diperjuangkan secara realistis dengan mempertimbangkan kewenangan DPRD, proses perencanaan pembangunan, dan kemampuan keuangan daerah.

Melalui kegiatan reses tersebut, Dani berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin secara terbuka. Dengan penyerapan aspirasi secara langsung, pembangunan diharapkan dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis dan Editor: