Kolab Yayasan CFA dan BPBD Sosialisasikan Mitigasi Bencana pada Anak Usia Dini

kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang mitigasi bencana sejak usia dini. Menurutnya, edukasi sejak kecil diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang mendukung upaya pencegahan bencana/FT/IST

seputarankita.com- Yayasan Cahaya Fajar Abadi (CFA) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menggelar sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak Kelompok Bermain (KB) Baitul Makmur, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif melalui metode mendongeng menggunakan boneka tangan dan disertai pembagian buku Iqro.

Suasana belajar berlangsung meriah. Anak-anak tampak antusias mengikuti cerita yang disampaikan pendongeng dari BPBD Kabupaten Sukabumi. Mereka juga aktif menjawab pertanyaan dan berinteraksi selama materi kebencanaan disampaikan.

Ketua Yayasan CFA, Fitri Dwiputri Ariyani, mengatakan kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang mitigasi bencana sejak usia dini. Menurutnya, edukasi sejak kecil diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang mendukung upaya pencegahan bencana.

“Kami berharap anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan agar tidak terjadi banjir dan tidak menebang pohon sembarangan untuk mencegah longsor,” ujarnya.

Fitri mengapresiasi metode edukasi yang diterapkan BPBD Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, pendekatan melalui boneka tangan membuat materi kebencanaan lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.

Selain memberikan edukasi mitigasi bencana, Yayasan CFA juga membagikan buku Iqro sebagai bagian dari program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang selama ini dijalankan yayasan.

“Program pembagian Iqro tetap berjalan, namun kami kolaborasikan dengan berbagai kegiatan edukatif agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya.

Ke depan, Yayasan CFA berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program-program edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, pemateri dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Buby Zulfikar Rachman, mengatakan penggunaan boneka tangan menjadi metode unggulan dalam menyampaikan materi mitigasi kepada anak-anak karena mampu menarik perhatian dan meningkatkan partisipasi peserta.

“Respons anak-anak sangat luar biasa. Metode ini membuat mereka lebih mudah memahami materi yang kami sampaikan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jamkrindo Catat Laba Bersih Rp 1,16 Triliun Pada 2024

Kepala KB Baitul Makmur, Hj. Enih Sunarti, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi mitigasi bencana dan pembagian buku Iqro memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan anak-anak sesuai dengan kurikulum pendidikan usia dini.

“Anak-anak belajar mengenal kebencanaan dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mengenal huruf-huruf hijaiyah melalui buku Iqro yang dibagikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *