Pemkot Sukabumi Gelontorkan Rp1,03 Miliar untuk Beasiswa Bercahaya 2026

Pemkot Sukabumi Gelontorkan Rp1,03 Miliar untuk Beasiswa Bercahaya 2026
Foto: Dok. Agus R (Dokpim) Kota Sukabumi

seputarankita.com – Pemerintah Kota Sukabumi menyiapkan anggaran sebesar Rp1.031.250.000 untuk mendukung pendidikan mahasiswa melalui program Beasiswa Bercahaya 2026. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan menempuh pendidikan tinggi, termasuk bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Program beasiswa itu resmi diluncurkan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana di Secret Village, Minggu (25/10/2026) pagi.

Berbeda dengan bantuan pendidikan yang hanya berorientasi pada pencapaian akademik, Beasiswa Bercahaya mengusung pendekatan berbasis kewilayahan dan disabilitas. Skema tersebut dirancang agar kesempatan memperoleh bantuan pendidikan dapat menjangkau masyarakat dari seluruh kecamatan di Kota Sukabumi.

Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya memberikan kesempatan yang lebih setara bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana.

Perhatian khusus juga diberikan kepada mahasiswa penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya menciptakan akses pendidikan tinggi yang inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki mengingatkan para penerima beasiswa agar tidak cepat berpuas diri setelah dinyatakan berhasil melewati proses seleksi.

Pasalnya, para mahasiswa penerima bantuan sebelumnya harus mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.

Menurut Ayep, keberhasilan tersebut hendaknya menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas pengetahuan, dan mempersiapkan masa depan.

Ia berharap bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses perkuliahan.

Pengalokasian dana lebih dari Rp1 miliar untuk Beasiswa Bercahaya menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Melalui pendekatan kewilayahan, program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai kecamatan tanpa mengabaikan aspek pemerataan.

Sementara itu, perhatian terhadap penyandang disabilitas menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa keterbatasan fisik maupun hambatan akses tidak menghilangkan kesempatan seseorang untuk memperoleh pendidikan tinggi.

BACA JUGA:  Inflasi Terkendali 2,77%, Ekonomi Kota Sukabumi Tumbuh 5,94% di Triwulan II 2026

Kendati demikian, dalam informasi peluncuran program tersebut belum dirinci jumlah mahasiswa penerima, besaran bantuan untuk setiap mahasiswa, maupun mekanisme penyalurannya.

Kehadiran Beasiswa Bercahaya 2026 diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Sukabumi.

Penulis dan Editor: