seputarankita.com – Kondisi memprihatinkan dialami ratusan siswa MTs Nurul Hasanah yang berlokasi di Kampung Cicukang, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.
Hingga kini, para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di bangunan sekolah yang rusak parah dan membahayakan keselamatan.
Lima bulan setelah kebakaran yang terjadi pada November 2025, belum terlihat adanya langkah konkret dari pemerintah maupun instansi terkait untuk melakukan perbaikan.
Dari total sepuluh ruang kelas yang sebelumnya tersedia, kini hanya tersisa tiga ruangan yang masih digunakan, meski kondisinya jauh dari kata layak.
Kerusakan bangunan tampak jelas, mulai dari dinding yang retak hingga struktur atap yang rapuh dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu.
Situasi ini membuat proses belajar berlangsung di bawah ancaman nyata bagi keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
Keterbatasan ruang memaksa pihak sekolah menerapkan sistem sif guna menampung seluruh siswa.
Namun, kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya jam pelajaran secara signifikan, sehingga proses pendidikan tidak berjalan optimal.
Ketua Komite sekolah, Mohammad Ilyas Suwandi, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan.
Selain tidak efektif, sistem pembelajaran yang dijalankan juga mengurangi hak siswa dalam mendapatkan pendidikan yang layak.
“Saat hujan turun, situasi menjadi semakin sulit. Aktivitas belajar harus dihentikan demi menghindari risiko bangunan roboh,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.
Para siswa pun kata dia, terpaksa dievakuasi ke masjid terdekat untuk melanjutkan pelajaran dengan segala keterbatasan yang ada.
Pihak sekolah dan komite sebenarnya telah berupaya mengajukan bantuan ke berbagai pihak.
Sejumlah perwakilan instansi bahkan sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut nyata berupa pembangunan ataupun perbaikan darurat.
“Sekolah ini telah berdiri lebih dari 30 tahun ini menjadi tumpuan pendidikan bagi anak-anak di wilayah Desa Sindangraja dan sekitarnya,” terang dia.
Kondisi yang ada tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga menghambat masa depan generasi muda.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap respons pemerintah dalam menangani persoalan pendidikan di daerah. Ratusan siswa kini hanya berharap adanya tindakan cepat dan nyata agar mereka bisa belajar dengan aman dan layak. UM





