Daerah  

Antisipasi Musim Kemarau, BPBD Kota Sukabumi Ajak Warga Hemat Air

BPBD Kota Sukabumi siaga kemarau dengan melakukan penghematan penggunaan air dan lakukan mitigasi dini hadapi musim kemarau / FT: Humas BPBD

Seputarankita.com – Menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah-langkah mitigasi mandiri guna mengurangi risiko krisis air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga ketersediaan sumber daya air.

Menurutnya, kekeringan tidak hanya ditandai dengan menurunnya debit air, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan jika tidak diantisipasi sejak dini.

“BPBD Kota Sukabumi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya menunggu hujan turun, tetapi mulai bergerak melakukan mitigasi mandiri dari sekarang,” ujar Yoseph, Minggu, 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan penggunaan air secara bijak dan tidak berlebihan.

Penghematan air dinilai mampu membantu menjaga ketersediaan cadangan air selama musim kemarau berlangsung.

Masyarakat juga diimbau memastikan seluruh kran air tertutup rapat setelah digunakan serta memanfaatkan air bekas cucian beras maupun sayuran untuk menyiram tanaman di sekitar rumah.

Selain itu, Yoseph mengingatkan pentingnya memeriksa kondisi tempat penampungan air secara berkala agar tetap bersih dan tidak mengalami kebocoran.

Ketersediaan cadangan air yang layak menjadi faktor penting ketika distribusi air mulai berkurang.

“Memiliki cadangan air yang sehat menjadi kunci ketika distribusi air mulai berkurang,” tegasnya.

BPBD Kota Sukabumi juga mendorong warga memanfaatkan sisa curah hujan dengan membuat biopori dan sumur resapan sebagai upaya menjaga ketersediaan air tanah. Langkah tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan daya serap air sekaligus membantu menjaga keseimbangan lingkungan.

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap menjaga vegetasi di lingkungan sekitar dan tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan kering yang berpotensi memicu kebakaran saat cuaca panas dan kering.

BACA JUGA:  RSUD Bunut Berduka, Kota Sukabumi Kehilangan Sosok Medis Teladan

Apabila mulai terjadi kesulitan mendapatkan air bersih, warga diminta segera melaporkan kondisi tersebut melalui RT/RW setempat atau menghubungi layanan BPBD agar pendistribusian bantuan air bersih dapat dilakukan secepatnya.

“Mari kita jaga alam agar alam menjaga kita. Tetap waspada, tetap tenang, dan terus pantau perkembangan cuaca dari sumber resmi,” pungkas Yoseph. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *