Daerah  

Meski Terbengkalai, Sumber Air Panas Cibungur Tetap Jadi Terapi Kulit Alami Warga

seputarankita.com – Di balik rimbunnya semak belukar Kampung Cibungur, Desa Cidadap, tersimpan sebuah mata air panas yang tak lagi terawat, namun tetap setia dimanfaatkan warga sebagai sarana pengobatan alami.

Berada di dekat aliran Sungai Cibuni, yang menjadi batas antara Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, pemandian ini dulunya sempat dibangun pemerintah dengan fasilitas kolam yang layak.

Namun, bencana tanah longsor menghancurkan seluruh bangunan, menyisakan kubangan alami yang kini dikuasai kembali oleh alam.

Pantauan di lokasi menunjukkan, sumber air panas tersebut kini hanya berupa cekungan tanah dengan air keruh kecokelatan.

Sisa fondasi beton yang berlumut menjadi penanda bahwa kawasan ini pernah dikelola. Di sekelilingnya, vegetasi liar tumbuh lebat, menutup hampir seluruh area.

Meski kondisinya jauh dari kata layak, warga tetap datang. Kepulan uap tipis beraroma belerang menjadi alasan utama. Mereka meyakini air tersebut memiliki khasiat untuk mengatasi berbagai masalah kulit.

Secara ilmiah, kandungan sulfur atau belerang memang dikenal memiliki sifat antibakteri dan antijamur, yang dapat membantu meredakan gangguan seperti panu, kurap, hingga jerawat.

Selain itu, air belerang juga bersifat keratolitik, membantu mengangkat sel kulit mati, sehingga kerap dimanfaatkan oleh penderita psoriasis.

Tak hanya itu, kandungan tersebut juga diyakini efektif melawan parasit penyebab scabies serta meredakan peradangan kulit. Sensasi hangat dari air pegunungan turut membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa gatal.

Meski bukan pengobatan utama secara medis, warga menjadikan pemandian ini sebagai terapi pendamping yang mudah diakses. Di tengah keterbatasan fasilitas, Air Panas Cibungur tetap hidup sebagai “apotek alam” bagi masyarakat sekitar.

Kisah tempat ini menjadi potret tentang ketahanan dan kepercayaan. Meski dihantam bencana dan tak lagi tersentuh pembangunan, mata air panas ini terus memberi manfaat membuktikan bahwa alam masih menyimpan cara sederhana untuk membantu manusia bertahan. UM

BACA JUGA:  Jadwal SIM Keliling Polres Sukabumi Hari Ini: Senin, 16 Juni 2025 di Alun-Alun Bunderan Surade

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *