seputarankita.com – Semangat olahraga tenis meja tidak luntur meski di tengah suasana bulan suci Ramadan. Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Sukabumi menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus PTMSI Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, pada Rabu (11/3/2026) malam.
Rombongan asal tanah Sumatera tersebut disambut langsung oleh Ketua PTMSI Kota Sukabumi, Yose Dwioctha Mahaputera, atau yang akrab disapa Abah Yose, bertempat di GOR TROK Rengganis, Kota Sukabumi.
Ketua PTMSI Kabupaten Batanghari, Farizal—yang akrab disapa Bang Mono—menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Pihaknya sengaja memboyong empat atlet muda putri andalan tingkat pelajar untuk melakukan pertandingan persahabatan.
“Alhamdulillah, berkah bulan Ramadan, kami bersyukur kunjungan ini disambut meriah baik oleh pengurus maupun para penghobi tenis meja di Sukabumi,” ujar Bang Mono.
Ia menambahkan, membawa atlet pelajar ke luar daerah bertujuan untuk mengasah jam terbang dan memperkuat mental bertanding mereka.
“Sengaja kami pertemukan dengan pemain-pemain di Sukabumi. Tujuannya jelas, untuk memupuk mental mereka ke depan. Selain itu, kami juga ingin berbagi ilmu dan program yang bisa kami bawa pulang ke Jambi,” tandasnya.
Ketua PTMSI Kota Sukabumi, Abah Yose, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PTMSI Batanghari yang telah menempuh perjalanan jauh demi kemajuan tenis meja.
“Kami sangat berterima kasih. Karena Batanghari sudah berkunjung ke Sukabumi, kini tinggal giliran kami yang merencanakan kunjungan balasan ke sana,” ungkap Abah Yose.
Ia sangat mendukung langkah PTMSI Batanghari dalam memperkenalkan atlet mudanya melalui tur daerah. Menurutnya, pengalaman bertanding di luar kandang adalah kunci pembentukan karakter atlet.
“Dalam kejuaraan olahraga apa pun, mental yang kuat adalah modal utama. Dengan sering bertemu pemain dari berbagai daerah, kekuatan mental itu akan tumbuh secara alami,” tuturnya.
Kunjungan ini berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan. Mengingat kegiatan dilakukan pada bulan Ramadan, acara diawali dengan buka puasa bersama. Pertandingan persahabatan baru digelar usai melaksanakan ibadah shalat Tarawih, yang diikuti dengan antusias oleh para atlet dan penghobi tenis meja setempat.
Melalui sinergi antar-daerah ini, diharapkan olahraga tenis meja di tanah air semakin menggeliat dan melahirkan bibit-atlet berprestasi di tingkat nasional. (Bim)





