seputarankita.com – Tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menjadi periode transisi yang diwarnai konsolidasi kebijakan, penataan prioritas, serta penguatan fondasi tata kelola di Kota Sukabumi.
Dalam forum refleksi yang digelar di Gedung Juang Kota Sukabumi, Jumat, 20 Februari 2026, dia menegaskan bahwa fokus utama pada tahun awal bukan semata mengejar capaian jangka pendek, melainkan membangun struktur kebijakan yang berkelanjutan.
Salah satu aspek yang disoroti adalah kinerja fiskal daerah. Pemerintah Kota Sukabumi mencatat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 12,47 persen atau sekitar Rp54 miliar.
Ayep menilai keberhasilan pemerintahan tidak dapat diukur hanya melalui indikator finansial. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan kualitas lingkungan.
“Pembangunan harus dilihat secara utuh, tidak parsial,” ujarnya.
Sejumlah isu strategis pun kembali ditegaskan sebagai agenda prioritas, terutama pengangguran, kemiskinan, dan pengelolaan sampah. Ketiga sektor tersebut dinilai menjadi tantangan klasik perkotaan yang memerlukan pendekatan lintas sektor.
Ayep menekankan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat dan dunia usaha agar program-program yang dirancang mampu berjalan efektif.
Di sisi lain, pembenahan birokrasi juga menjadi perhatian. Pemerintah Kota Sukabumi disebut terus mendorong peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama dalam menghadapi perubahan sistem kerja berbasis teknologi.
Menurut Ayep, birokrasi modern harus mampu bekerja lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kegiatan refleksi berlangsung dalam suasana khidmat, turut diisi agenda sosial berupa penyerahan Qordhul Hasan dan santunan anak yatim. Acara dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, jajaran aparatur Pemerintah Kota Sukabumi, serta berbagai unsur kemasyarakatan. UM





