Daerah  

Sampah Kota Sukabumi Capai 200 Ton per Hari, DLH Ajak Warga Memilah dari Rumah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi imbau masyarakat mengelola sampah dimulai dari rumah tangga / FT: Ist

seputarankita.com– Produksi sampah di Kota Sukabumi mencapai 190 ton per hari, bahkan meningkat hingga 200 ton saat liburan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun mendorong masyarakat mengubah kebiasaan dengan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

Kepala DLH Kota Sukabumi, Yudi Sutriana, mengatakan penanganan sampah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola kumpul, angkut, dan buang. Pengurangan sampah dari hulu dinilai penting untuk menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul.

“Sekarang metodenya sudah bukan lagi di hilir. Kita mulai dari hulu, sudah mulai diolah dan dipilah oleh masyarakat,” ujar Yudi, Kamis (8/10/2026).

Ia mengajak warga memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik bisa dikumpulkan dan dijual sehingga memiliki nilai ekonomi.

Menurut Yudi, upaya pengurangan sampah mulai menunjukkan hasil. Volume sampah yang masuk ke TPA Cikundul disebut turun dari sekitar 190 ton menjadi 132 ton per hari. DLH menargetkan angka tersebut kembali ditekan hingga 100 ton per hari.

Selain mengedukasi masyarakat, DLH juga menertibkan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di RT 04/RW 05, Kelurahan Cikondang. Area tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, termasuk usaha kuliner.

Untuk menangani sampah yang belum dapat dimanfaatkan, DLH turut menggagas penggunaan teknologi incinerator. Rencana tersebut masih dalam proses pembahasan dan harus memenuhi ketentuan lingkungan, termasuk pengujian emisi.

Yudi menegaskan, teknologi dan pengangkutan bukan satu-satunya solusi. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci agar semakin sedikit sampah yang berakhir di TPA.

“Pilah dulu sampah sebelum dibuang. Ayo berbarengan mengelola sampah,” pungkasnya.

Penulis dan Editor: