SeputaranKita.Com- Sukabumi menjadi salah satu titik konsolidasi penting Gerakan Cinta Prabowo (GCP) 08 se-Jawa Barat. Melalui Apel Akbar yang digelar di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Minggu, 10 Agustus 2026, barisan relawan tidak hanya mempertegas soliditas dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dari Sukabumi itu lah rawan GCP mulai mengarahkan kekuatan organisasi untuk menghadapi derasnya arus informasi di media sosial.
Tokoh GCP, Ahmad Haikal Hasan Baras atau Babe Haikal, menyebut ruang digital kini menjadi salah satu medan penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo.
Karena itu, relawan diminta tidak sekadar aktif menyampaikan dukungan, tetapi mampu memberikan informasi yang benar dan membangun.
“Banyak miskomunikasi dan narasi yang tidak sesuai fakta beredar di ruang publik. Oleh karena itu, relawan harus hadir membawa narasi yang santun, memilih diksi yang sopan, serta menghindari bahasa yang memicu perpecahan,” kata Babe Haikal.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penanda perubahan pola gerakan relawan. Kekuatan GCP diharapkan tidak berhenti pada aktivitas konsolidasi lapangan, tetapi berkembang menjadi kekuatan komunikasi publik yang mampu menjawab informasi keliru tanpa menciptakan kegaduhan baru.
Dari Sukabumi, GCP juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana kebijakan pemerintah pusat diterjemahkan hingga tingkat daerah.
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam memastikan agenda Presiden Prabowo tidak berhenti sebagai kebijakan di tingkat pusat.
Ayep mengatakan, Pemkot Sukabumi memilih memperkuat sinergi tersebut melalui dukungan kebijakan, penganggaran, sekaligus pengawasan terhadap program nasional yang dijalankan di daerah.
“Secara konstitusional, kami siap mengawal seluruh program prioritas Presiden,” tegas Ayep.
Menurutnya, salah satu implementasi dukungan tersebut terlihat dari pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pemerintah Kota Sukabumi turut mendorong realisasi program tersebut melalui dukungan pembiayaan dari APBD.
“Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kami dukung melalui pembiayaan APBD Kota Sukabumi,” jelasnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian Pemkot Sukabumi. Ayep menegaskan pelaksanaan program tersebut tidak hanya menyangkut distribusi makanan kepada masyarakat, tetapi juga harus memenuhi standar kualitas dan higienitas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan penerima.
Sinergi tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap pemerintahan Prabowo di daerah tidak semata-mata dibangun melalui pernyataan politik.
Pemerintah daerah memiliki ruang untuk menerjemahkan program nasional ke dalam kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Apel Akbar GCP di Sukabumi akhirnya membawa dua pesan sekaligus yaitu relawan diminta menjadi kekuatan yang dewasa dalam menghadapi pertarungan informasi di media sosial, sementara pemerintah daerah didorong terus memperkuat implementasi program nasional.
Dari Sukabumi, dukungan terhadap Prabowo diarahkan bukan hanya untuk menjaga soliditas barisan, tetapi juga memastikan kerja pemerintahan dapat dikawal dengan narasi yang santun, informasi yang bertanggung jawab, dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.





