seputarankita.com – Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian berbasis wisata.
Salah satu terobosan yang kini menjadi perhatian adalah hadirnya Kampung Melon Sukajaya, destinasi agrowisata edukatif yang memadukan wisata, pembelajaran, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kawasan ini dikelola Muhamad Halid, alumnus Universitas Muhammadiyah Sukabumi, yang bertindak sebagai owner sekaligus pengelola.
Di bawah pengelolaannya, Kampung Melon Sukajaya berhasil mengembangkan 11 varian melon unggulan dengan bibit yang didatangkan dari berbagai negara seperti China, Taiwan, hingga Korea.
“Kami memiliki 11 varian melon yang bisa dinikmati pengunjung,” ujar Halid, Selasa, 3 Maret 2026.
Berbeda dari kebun pada umumnya, Kampung Melon Sukajaya menawarkan pengalaman memetik melon langsung dari kebun tanpa biaya tiket masuk. Pengunjung cukup membayar melon yang dipetik dengan harga Rp30 ribu per kilogram.
“Pengunjung cukup datang, memetik, lalu membeli melon sesuai kebutuhan. Tidak ada biaya masuk,” jelasnya.
Tak hanya sebatas wisata petik buah, konsep yang diusung adalah eduwisata pertanian. Pengunjung, baik keluarga, pelajar, maupun komunitas, dapat belajar mengenali jenis-jenis melon, memahami proses budidaya, hingga mengetahui karakter dan habitat tanaman secara langsung di lapangan.
Kampung Melon Sukajaya sendiri dirintis sejak masa pandemi Covid-19 melalui kolaborasi pengelola dengan Pemerintah Desa Sukajaya sebagai upaya mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Saat ini, kawasan tersebut telah berkembang di atas lahan seluas sekitar enam hektare, menjadikannya salah satu potensi agrowisata yang menjanjikan di Kabupaten Sukabumi.
“Awalnya ini bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat saat pandemi. Alhamdulillah, kini berkembang menjadi kawasan melon seluas enam hektare,” tambahnya.
Ke depan, Kampung Melon Sukajaya diharapkan terus tumbuh sebagai destinasi wisata yang nyaman, edukatif, dan berkelanjutan, serta mampu menjadi ikon agrowisata unggulan Kabupaten Sukabumi. UM





