seputarankita.com – PWI Cup II Tenis Meja Kota Sukabumi tidak hanya menjadi arena untuk memperebutkan gelar juara. Turnamen yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut juga turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Kota Sukabumi.
Ratusan peserta yang ambil bagian tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Sukabumi. Mereka datang dari berbagai daerah, di antaranya Bandung, Cimahi, Bogor, Tangerang, Sumedang hingga Garut.
Kedatangan peserta dari luar daerah tersebut menciptakan perputaran ekonomi di sejumlah sektor. Mulai dari hotel dan penginapan, rumah makan, transportasi, pusat oleh-oleh hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani, mengatakan sejak awal PWI Cup II tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi olahraga.
Menurutnya, setiap kegiatan yang diselenggarakan PWI diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dari sisi lain, kegiatan turnamen tenis meja ini ternyata bisa menggeliatkan perekonomian di Kota Sukabumi. Hotel-hotel terisi, kemudian pelaku UMKM juga mendapatkan dampak karena peserta yang datang dari luar daerah tentu membutuhkan makanan dan berbagai kebutuhan selama berada di Sukabumi,” ujar Ikbal di sela kegiatan, Minggu (6/9/2026).
Ia menilai kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan Sukabumi kepada masyarakat dari luar kota.
Sebab, peserta tidak hanya menghabiskan waktu di arena pertandingan. Selama berada di Sukabumi, mereka juga berpotensi mengunjungi pusat kuliner, toko oleh-oleh, pusat perbelanjaan hingga sejumlah destinasi yang ada di daerah tersebut.
“Artinya, ada pergerakan ekonomi yang muncul. Peserta datang, menginap, makan, membeli oleh-oleh, menggunakan transportasi dan berbelanja. Ini yang kami lihat sebagai multiplier effect dari kegiatan olahraga,” katanya.
Ikbal menegaskan, PWI Kota Sukabumi ingin terus menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“PWI ingin turut hadir berkontribusi dalam berbagai sektor. Tidak hanya olahraga, tetapi juga bagaimana kegiatan yang kami laksanakan bisa memberikan manfaat terhadap ekonomi masyarakat dan memperkenalkan potensi Kota Sukabumi kepada masyarakat luar daerah,” tambahnya.
Dampak positif PWI Cup II mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha lokal. Salah satunya, Supervisor Lampion, Sherly Fitriani Nurli, yang mengaku sejumlah peserta turnamen dari luar daerah datang membeli makanan khas Sukabumi untuk dijadikan oleh-oleh.
“Alhamdulillah, peserta tenis meja ada juga yang datang ke sini. Mereka membeli oleh-oleh untuk dibawa ke kampung halamannya,” ujar Sherly.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal Sukabumi, khususnya mochi yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner daerah.
“Ini tentu menjadi hal yang positif bagi kami sebagai pelaku usaha. Ketika ada kegiatan dengan peserta dari luar kota, mereka bisa mengenal produk Sukabumi dan kemudian membawanya pulang,” katanya.
Tak hanya memberikan dampak terhadap penjualan secara langsung, kedatangan peserta dari berbagai daerah juga menjadi sarana promosi tidak langsung bagi produk-produk lokal Sukabumi.
Produk yang dibeli dan dibawa pulang peserta berpotensi kembali dikenal oleh keluarga, kerabat hingga masyarakat di daerah asal mereka.
Perputaran ekonomi yang muncul dari sebuah event olahraga pun tidak berhenti di arena pertandingan.
Pengeluaran peserta menyebar ke berbagai sektor, mulai dari hotel dan penginapan, rumah makan, transportasi, pedagang kecil, pusat oleh-oleh hingga pelaku UMKM.
Semakin besar jumlah peserta dari luar daerah yang datang, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tercipta bagi masyarakat setempat.
Bagi Kota Sukabumi, kegiatan seperti PWI Cup II juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi daerah sebagai tuan rumah berbagai event berskala regional.
Olahraga tidak lagi hanya menjadi arena kompetisi untuk menentukan pemenang. Event olahraga juga dapat menjadi pintu masuk promosi daerah, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada pengunjung dari berbagai wilayah.
PWI Kota Sukabumi berharap PWI Cup dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang semakin besar dan jangkauan daerah yang semakin luas.
“Harapannya, ke depan kegiatan seperti ini semakin besar. Pesertanya semakin banyak, bukan hanya dari Jawa Barat tetapi juga dari daerah lainnya. Kalau semakin banyak orang datang ke Sukabumi, tentu semakin banyak pula sektor ekonomi masyarakat yang bergerak,” pungkas Ikbal.
PWI Cup II pun menjadi gambaran bahwa sebuah turnamen olahraga dapat memberikan dampak yang melampaui pertandingan di atas meja.
Di balik setiap pertandingan, terdapat hotel yang terisi, rumah makan yang ramai, UMKM yang mendapatkan pembeli, serta produk lokal Sukabumi yang ikut dibawa pulang ke berbagai daerah.
PWI Cup II tidak sekadar menghadirkan persaingan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi sekaligus ruang promosi bagi berbagai potensi lokal Kota Sukabumi.





