Apresiasi PWI Cup II, Kusmana Hartadji: Sukabumi Bikin Ngangenin

Penjabat Wali Kota Sukabumi Periode 2024-2025 Kusmana Hartadji di tengah kesibukannya di Pemprov Jabar ikut meramaikan turnamen tenis meja PWI Cup II / FT: UM

seputarankita.com– Hobi tenis meja menjadi alasan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, rela datang dari Bandung untuk mengikuti Turnamen PWI Cup II Tenis Meja Kota Sukabumi.

Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi periode 2024–2025 itu tidak sekadar hadir sebagai tamu undangan. Kusmana bahkan turun langsung sebagai peserta dalam turnamen yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi di GOR Rengganis, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Minggu (6/9/2026).

Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan PWI Cup yang kini memasuki penyelenggaraan tahun kedua.

“Alhamdulillah ada keberlanjutan. Saya apresiasi sekali karena pesertanya sekarang bukan hanya dari Sukabumi dan sekitarnya, tetapi juga dari Bandung. Saya sendiri dari Bandung ikut berpartisipasi untuk memeriahkan PWI Cup II ini,” ujar Kusmana.

Menurutnya, perkembangan PWI Cup II terlihat dari semakin luasnya jangkauan peserta serta meningkatnya kualitas persaingan antarpemain.

Kusmana menilai antusiasme peserta dalam turnamen tahun ini cukup tinggi. Sejumlah pertandingan bahkan berlangsung sengit hingga berakhir dengan skor tipis 3-2.

“Saya lihat antusias para pemain luar biasa. Divisi-divisinya juga kelihatannya meningkat. Untuk nomor ganda ada beberapa divisi dan persaingannya cukup ketat. Bahkan beberapa pertandingan berakhir 3-2, artinya sangat rapat,” katanya.

Ia berharap PWI Cup tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan terus berkembang menjadi turnamen dengan daya tarik yang lebih luas.

Menurut Kusmana, kekompakan panitia serta keterlibatan insan pers menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen.

“Ini harus terus dilanjutkan. Tinggal bagaimana teman-teman kepanitiaan tetap kompak. Para wartawan dan jurnalis juga ikut hadir menyaksikan. Saya kira ini harus terus dipromosikan agar ke depan levelnya bisa meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Rombongan Pesilat Asal Italia Pelajari Budaya Silat di Sukabumi

Kusmana juga melihat tenis meja sebagai olahraga yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Selain tidak membutuhkan area yang luas, olahraga tersebut dinilainya mampu menjadi sarana membangun kebersamaan, memperluas silaturahmi, hingga melahirkan atlet-atlet baru.

“Tenis meja itu olahraga yang menyenangkan. Tidak perlu tempat yang terlalu luas, tetapi bisa membahagiakan banyak orang. Kalau event ini terus dikembangkan, saya kira bisa memiliki nama secara nasional,” tuturnya.

Ia bahkan mengusulkan agar penyelenggaraan PWI Cup pada tahun-tahun mendatang dapat menghadirkan kategori baru, termasuk kelas eksekutif dengan konsep penghargaan yang lebih beragam.

“Ke depan mungkin bisa ada kelas eksekutif dengan sistem pendaftaran yang berbeda. Hadiahnya tidak harus uang, bisa berupa piala atau bentuk penghargaan lainnya,” katanya.

Lebih jauh, Kusmana berharap keberadaan PWI Cup dapat memberikan dampak terhadap pembinaan dan regenerasi atlet tenis meja, baik di Kota Sukabumi maupun Jawa Barat secara umum.

“Harapannya regenerasi tenis meja di Kota Sukabumi dan Jawa Barat pada umumnya bisa terus meningkat,” ucapnya.

Kusmana mengaku kehadirannya dalam PWI Cup II bukan semata karena menerima undangan dari panitia. Ada alasan yang lebih personal, yakni kecintaannya terhadap olahraga tenis meja.

Selama menjabat sebagai Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana mengaku cukup sering meluangkan waktu untuk berlatih tenis meja. Karena itu, kesempatan untuk kembali mengikuti turnamen di Sukabumi tidak ingin dilewatkannya.

“Saya tidak bisa menolak kalau ada undangan, apalagi terkait hobi. Tenis meja salah satu kesenangan saya. Saat menjabat juga saya sering latihan rutin di sini. Jadi ketika ada undangan, apalagi dari PWI yang terus berkolaborasi dengan kita, insyaallah saya akan hadir,” katanya.

Tak hanya tenis meja yang membuatnya kembali ke Sukabumi. Kusmana mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan kota yang pernah dipimpinnya tersebut.

BACA JUGA:  Mutasi ASN Kembali Dilakukan, Ayep Zaki Bicara Soal Dinamika Birokrasi

Menurutnya, Sukabumi selalu memiliki cerita dan daya tarik yang membuat dirinya ingin kembali.

“Intinya Kota Sukabumi itu bikin ngangenin. Kota kecil sejuta cerita. Tantangannya memang cukup berat, tetapi insyaallah orang-orangnya someah,” pungkas Kusmana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *