Terdampak Peristiwa, 324 Jiwa di Desa Bantargadung Kabupaten Sukabumi Butuhkan Bantuan

seputarankita.com – Sebanyak 324 jiwa dari 104 kepala keluarga di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat bencana pergerakan tanah yang merusak struktur bangunan.

Para pengungsi saat ini tersebar di tenda bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta di rumah kerabat terdekat.

Di tengah bulan suci Ramadan, kebutuhan logistik menjadi perhatian utama warga.
Sejumlah warga mengaku belum seluruh kebutuhan dasar terpenuhi secara optimal.

Bahkan, seorang warga bernama Asep Ato menyampaikan sindiran bernada harap kepada pemerintah daerah terkait lambannya distribusi bantuan.

Menanggapi hal tersebut, Camat Bantargadung Syarifuddin Rahmat, AP, menjelaskan bahwa Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan telah bergerak cepat berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar warga tercukupi.

Sebagai langkah awal, pihak kecamatan memanfaatkan dapur MBG sebagai solusi sementara sebelum dapur umum resmi didirikan. Layanan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa para pengungsi.

Pendataan penerima bantuan kini dilakukan secara by name by address, dengan prioritas kelompok rentan. Proses verifikasi masih berlangsung karena ditemukan ketidaksesuaian data kartu keluarga di lapangan.

Syarifuddin juga mengimbau warga agar tidak kembali ke rumah, khususnya di wilayah paling rawan seperti RT 005/007, yang mengalami pergerakan tanah cukup signifikan.

Saat ini tim asesmen tengah melakukan penilaian untuk menentukan apakah kondisi tersebut masuk kategori tanggap darurat.

Jika status tanggap darurat ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati, maka hal itu akan menjadi dasar percepatan mobilisasi bantuan, distribusi logistik, serta intervensi teknis lanjutan.

Pemerintah kecamatan memastikan seluruh langkah penanganan terus dioptimalkan sembari menunggu keputusan resmi terkait status kebencanaan. UM

, terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat bencana pergerakan tanah yang merusak struktur bangunan.

BACA JUGA:  Sentuhan Kasih untuk Mak Encum, Korban Rumah Roboh di Cidadap Terima Bantuan Darurat

Para pengungsi saat ini tersebar di tenda bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta di rumah kerabat terdekat.

Di tengah bulan suci Ramadan, kebutuhan logistik menjadi perhatian utama warga.
Sejumlah warga mengaku belum seluruh kebutuhan dasar terpenuhi secara optimal.

Bahkan, seorang warga bernama Asep Ato menyampaikan sindiran bernada harap kepada pemerintah daerah terkait lambannya distribusi bantuan.

Menanggapi hal tersebut, Camat Bantargadung Syarifuddin Rahmat, AP, menjelaskan bahwa Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan telah bergerak cepat berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar warga tercukupi.

Sebagai langkah awal, pihak kecamatan memanfaatkan dapur MBG sebagai solusi sementara sebelum dapur umum resmi didirikan. Layanan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa para pengungsi.

Pendataan penerima bantuan kini dilakukan secara by name by address, dengan prioritas kelompok rentan. Proses verifikasi masih berlangsung karena ditemukan ketidaksesuaian data kartu keluarga di lapangan.

Syarifuddin juga mengimbau warga agar tidak kembali ke rumah, khususnya di wilayah paling rawan seperti RT 005/007, yang mengalami pergerakan tanah cukup signifikan.

Saat ini tim asesmen tengah melakukan penilaian untuk menentukan apakah kondisi tersebut masuk kategori tanggap darurat.

Jika status tanggap darurat ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati, maka hal itu akan menjadi dasar percepatan mobilisasi bantuan, distribusi logistik, serta intervensi teknis lanjutan.

Pemerintah kecamatan memastikan seluruh langkah penanganan terus dioptimalkan sembari menunggu keputusan resmi terkait status kebencanaan. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *