seputarankita.com – Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Sri Astrina (Fraksi Golkar), mendorong program inovatif “tukar sampah anorganik dengan beras” sebagai upaya penyelamatan lingkungan. Program ini masih dalam tahap edukasi dan ditargetkan mulai bertahap di tingkat RT/RW hingga seluruh kelurahan akhir 2025.
“InsyaAllah akhir tahun bisa terealisasi,” ujar Feri. Ia menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak karena penataan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri.
Selain soal lingkungan, Feri juga menyoroti evaluasi 100 hari kerja Wali Kota Sukabumi. Ia mengapresiasi langkah cepat Wali Kota turun langsung ke lapangan, meski mencatat belum ada kemajuan signifikan di pembangunan fisik. “DPRD tetap mensupport program positif demi Sukabumi bercahaya,” katanya.
Sebagai mitra Komisi 1, Feri melaporkan koordinasi dengan OPD berjalan baik, termasuk penyelesaian masalah P3K melalui audiensi dengan THL yang diteruskan ke KemenPAN RB. “Alhamdulillah sudah ada jawaban, mudah-mudahan tahun ini terealisasi,” jelasnya.
Namun, ia juga mengingatkan masih ada OPD yang perlu dievaluasi karena lambat merespons undangan rapat. DPRD kini mendalami keberadaan tenaga ahli yang diangkat melalui SK Wali Kota dan merencanakan pembahasan lebih lanjut bersama SKPD dan BKPSDM.
Feri berharap program tukar sampah ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa meningkatkan kesadaran warga untuk memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, edukasi masyarakat adalah kunci agar program ini berjalan sukses dan berkelanjutan.
Ke depan, ia berencana menggandeng komunitas peduli lingkungan serta memanfaatkan potensi CSR perusahaan-perusahaan lokal untuk memperkuat pelaksanaan program. “Kalau semua bergerak bersama, bukan tidak mungkin Sukabumi bisa jadi percontohan kota bersih di Jawa Barat,” tutupnya.





