seputarankita.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memastikan ambruknya dua ruang kelas SDN Ciganas, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, disebabkan kombinasi bangunan yang sudah tua dan hujan deras yang mengguyur sejak malam hingga pagi.
Manajer Pusat Pengendali dan Operasional BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan hasil asesmen di lokasi menunjukkan tingkat kerusakan tergolong berat sehingga ruangan tidak lagi layak digunakan.
“Struktur bangunan sudah lapuk, kemudian diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Dua ruang kelas mengalami kerusakan berat,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026.
BPBD mencatat, bagian atap dan plafon runtuh hingga menutup hampir seluruh lantai ruangan. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi jika tetap dipaksakan untuk kegiatan belajar, termasuk pelaksanaan ujian yang sebelumnya direncanakan berlangsung di lokasi tersebut.
Menurut Daeng, hingga saat ini reruntuhan masih berada di dalam kelas dan membutuhkan penanganan lanjutan sebelum area dinyatakan aman.
BPBD juga langsung mendorong langkah administratif sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
“Kami minta pihak sekolah segera menyusun berita acara kejadian dan mengajukan bantuan perbaikan ke dinas terkait agar penanganan bisa segera dilakukan,” katanya.
BPBD turut mengingatkan potensi kejadian serupa di bangunan lain yang sudah berusia tua, terutama saat kondisi cuaca ekstrem masih kerap terjadi.
“Kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya terhadap bangunan lama. Prioritas saat ini adalah percepatan perbaikan agar aktivitas pendidikan tidak terganggu lama,” tegasnya.
Sementara itu, peristiwa ambruknya bangunan sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Meski sempat menimbulkan kepanikan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. UM





