Gedung Dekranasda, Misi Pemkot Sukabumi Perkuat Ekosistem Ekonomi Lokal

Gedung Dekranasda, Misi Pemkot Sukabumi Perkuat Ekosistem Ekonomi Lokal
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki Didampingi Wakilnya Bobby Maulana Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Dekranasda Bernilai Miliaran Rupiah / FT: UM

seputarankita.com – Pembangunan Gedung Dekranasda merupakan langkah pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis kearifan budaya daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Jalan Kenari, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Selasa, 1 Juli 2025.

‎”Gedung Dekranasda bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga bagian dari misi pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis kearifan budaya daerah. Di sinilah pusat inovasi, pelatihan, hingga pemasaran produk kerajinan akan terkonsentrasi,” kata Ayep.

‎Dia menambahkan, keberadaan gedung tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif, khususnya dalam mendukung kiprah para pelaku UMKM lokal dan perajin Sukabumi. Turut mendampingi kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan unsur Forkopimda.

‎Lebih lanjut Ayep menjelaskan, pembangunan gedung Dekranasda merupakan langkah strategis dalam mendongkrak potensi industri kreatif dan ekonomi kerakyatan. “Kami ingin para perajin lokal punya wadah yang representatif, sekaligus menjadi etalase produk unggulan Sukabumi,” ujarnya.

‎Masih kata dia, pembangunan ini akan diawasi secara ketat agar kualitas dan waktu pengerjaannya sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan. “Kami tidak ingin proyek ini mangkrak atau dikerjakan asal-asalan. Harus tuntas tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat,” tukasnya.

‎Proyek yang dikerjakan PT Arimba Buana Sakti (ABS) dengan nilai kontrak mencapai Rp1.653.095.091 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Lama pengerjaan ditarget rampung dalam 150 hari kalender,” ujarnya. UM

BACA JUGA:  Sorotan Bank Dunia: Implikasi Data 60,3% Penduduk Miskin di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *