seputarankita.com – Dalam upaya memastikan seluruh warga Kota Sukabumi memiliki dokumen kependudukan yang sah dan akurat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus berinovasi melalui sejumlah program pelayanan yang inklusif dan berbasis digital.
Disdukcapil tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan administrasi, melainkan juga menjadi agen edukasi publik yang aktif membangun kesadaran pentingnya identitas kependudukan.
Berbagai pendekatan dilakukan untuk menjangkau masyarakat secara luas, mulai dari wilayah terpencil hingga generasi muda di bangku sekolah.
Program unggulan seperti Si Jempol (Sistem Jemput Bola Pelayanan Administrasi Kependudukan) menyasar warga yang memiliki keterbatasan mobilitas, seperti lansia, disabilitas, pasien rumah sakit, hingga penghuni panti.
Sementara itu, transformasi layanan digital diwujudkan lewat Dukcapil Go Digital, yang mempermudah proses pengurusan dokumen secara daring melalui aplikasi dan situs resmi.
Upaya peningkatan literasi kependudukan bagi generasi muda pun terus digencarkan. Program Layanan Mantel Semar menyasar pelajar SMA usia 17 tahun untuk perekaman dan pencetakan KTP-el langsung di sekolah.
Disusul dengan Disdukcapil Masuk Sekolah yang memberikan edukasi kepada siswa SMP dan SMA mengenai pentingnya tertib administrasi sejak dini.
Sekretaris Disdukcapil Kota Sukabumi, Tantan Hadiansyah, menyampaikan bahwa lembaganya juga menghadirkan Layanan Mobile Dukcapil di ruang-ruang publik seperti Hari Pasar dan Car Free Day.
”Kelima program inovatif tersebut memiliki sasaran yang sama mempermudah akses layanan, memperluas cakupan kepemilikan dokumen, dan memastikan data penduduk yang valid serta terintegrasi,” kata Tantan, Jumat 18 Juli 2025.
Hal itu dilakukan kata dia, guna mendukung pencapaian satu data kependudukan yang dibutuhkan dalam perumusan berbagai kebijakan publik, mulai dari pendidikan hingga perlindungan sosial.
”Dengan pendekatan kolaboratif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Disdukcapil Kota Sukabumi menegaskan komitmennya tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pendataan,” ujarnya. UM
Disdukcapil Sukabumi Genjot Literasi dan Layanan Inklusif





