seputarankita.com – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun ekosistem industri kopi sebagai sektor kreatif baru yang berdaya saing. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pekan Kopi Sukabumi.
Ayep menjelaskan, meski Kota Sukabumi tidak memiliki lahan perkebunan kopi, nilai tambah justru diciptakan melalui kreativitas peracikan.
Biji kopi didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, lalu diolah oleh barista lokal menjadi produk minuman berkualitas tinggi dengan ciri khas Sukabumi.
“Kota Sukabumi tidak memproduksi kopi, tetapi menghasilkan kualitas. Inilah kekuatan industri kreatif,” kata Ayep usai membuka acara, Sabtu 27 Desember 2025.
Ia menilai pengembangan industri kopi harus didukung iklim usaha yang sehat. Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi antara pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah daerah agar ekspansi usaha berjalan aman dan berkelanjutan.
Ayep menegaskan, Pemkot Sukabumi menjamin tidak akan ada pungutan liar dalam aktivitas usaha. Ia memastikan seluruh perangkat daerah bekerja profesional dan tidak menyalahgunakan kewenangan.
“Untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, saya pastikan tidak ada pungutan liar, termasuk oleh dinas. Jika ada, akan saya tindak tegas,” tegasnya.
Seluruh pendapatan pajak dari perusahaan, lanjut Ayep, akan masuk ke kas daerah dan dikelola secara transparan.
Pajak tersebut menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga penguatan kelembagaan pemerintahan.
Ayep mencontohkan, jika Pendapatan Asli Daerah murni mencapai Rp200 miliar, maka anggaran itu akan dibagi secara proporsional sesuai kebutuhan eksekutif, legislatif, pembangunan, dan Forkopimda.
Ia juga menegaskan tidak ada rencana kenaikan pajak. Pemerintah justru akan memastikan kepatuhan wajib pajak melalui pendekatan langsung, sekaligus menjamin hasil pajak dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Pajak adalah fondasi pembangunan. Semua yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan,” ujarnya.
Pada bagian lain Ayep menekankan bahwa kejujuran, kompetensi, dan integritas seluruh aparatur Pemkot Sukabumi di semua level menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik dan dunia usaha. UM





