seputarankita.com – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mematok target besar untuk tahun anggaran 2026. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Warudoyong, Selasa (27/1/2026), Ayep menegaskan komitmennya untuk mengembalikan posisi Sukabumi sebagai salah satu kota terbaik di Jawa Barat, merujuk pada sejarah kejayaan tahun 1914.
Ayep memaparkan proyeksi postur APBD Kota Sukabumi tahun 2026 dengan target pendapatan sebesar Rp1,175 triliun dan belanja daerah senilai Rp1,195 triliun. Angka ini diharapkan terus tumbuh seiring upaya pemerintah daerah dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tugas wali kota adalah menyelesaikan permasalahan kota dengan anggaran, baik dari pusat melalui PMK (Pemberian Modal Kerja), TKD (Transfer ke Daerah), maupun peningkatan PAD. Kita upayakan APBD 2026 berada di atas capaian 2025,” ujar Ayep Zaki di hadapan jajaran aparatur kecamatan dan tokoh masyarakat.
Target “Top 4” Jawa Barat Wali Kota mengingatkan kembali catatan sejarah saat Sukabumi menduduki peringkat keempat kota terbaik di Jawa Barat pada era 1914, bersanding dengan Cirebon, Bogor, dan Bandung. Ia berambisi membawa Sukabumi kembali ke posisi prestisius tersebut melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika.
“Data 131 capaian prestasi itu sejarah, tidak perlu dikomentari lagi. Yang penting sekarang adalah bagaimana 2026 dan 2027 kita ciptakan capaian prestisius di tingkat nasional. Jangan omon-omon saja, mari cari duit dan kerja bareng saya,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Ayep menekankan pentingnya soliditas antara birokrasi, DPRD, TNI/Polri, ormas, hingga pengusaha. Kehadiran anggota legislatif dari Fraksi Demokrat dan perwakilan unsur lainnya dalam Musrenbang kali ini dinilai sebagai sinyal positif persatuan pembangunan.
Warudoyong Usulkan Pembangunan Rp15 Miliar Di tempat yang sama, Camat Warudoyong, Sandra Utama Teguh, melaporkan hasil kesepakatan Musrenbang kecamatan untuk rencana pembangunan tahun 2027. Sebanyak 25 usulan fisik dan 32 usulan non-fisik telah rampung digodok.
“Prioritas usulan fisik masih didominasi oleh perbaikan jalan lingkungan, terutama di wilayah perbatasan kota seperti daerah Sepakar. Total anggaran yang diajukan mencapai kisaran Rp15 miliar,” jelas Sandra.
Untuk usulan non-fisik, fokus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan PKK dan UMKM yang nantinya dapat diakomodir melalui dana kelurahan. Sandra optimistis usulan ini akan terealisasi, mengingat rekam jejak pembangunan di Warudoyong pada 2023-2024 yang mencapai tuntas tanpa penundaan.
“Alhamdulillah, Musrenbang Warudoyong tahun ini meraih peringkat kedua tingkat kota. Ini berkat kolaborasi erat dengan seluruh stakeholder dan warga,” pungkasnya. Bim





