Gandeng 102 UMKM, Alfamart Salurkan 60.000 Paket Buka Puasa Gratis di 34 Kota

seputarankita.com – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) kembali meluncurkan inisiatif sosial tahunannya, Warteg Gratis Ramadan 2026. Program yang telah berjalan konsisten sejak 2021 ini dipastikan hadir di 34 kota dengan target penyaluran sebanyak 60.000 paket makanan berbuka puasa.

Selain misi kemanusiaan, program tahun ini menonjolkan sisi pemberdayaan ekonomi mikro dengan melibatkan 102 pelaku UMKM warteg sebagai mitra penyedia makanan. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal di tengah suasana bulan suci.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan yang berkelanjutan. Hingga saat ini, inisiatif tersebut telah menjangkau lebih dari 150.000 penerima manfaat.

“Tahun ini kami membagikan 60.000 paket makanan di 34 kota. Ini bukan sekadar angka, melainkan upaya memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan kebersamaan dan kepedulian,” ujar Rani dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan 102 pemilik warteg menjadi pilar penting. “Setiap mitra akan membagikan paket secara bertahap sesuai jadwal di masing-masing kota, sehingga manfaatnya merata dan dampaknya dirasakan langsung oleh pemilik usaha kecil,” lanjutnya.

Di wilayah Kabupaten Sukabumi, masyarakat dapat menemukan titik distribusi di Warung Nasi Bu Heni, Jalan Raya Cisaat, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 19 Februari 2026. Pembagian dilakukan mulai pukul 17.00 waktu setempat.

Head of Corporate Communication & CSR WINGS Group, Sheila Kansil, menyatakan bahwa partisipasi mereka adalah bentuk komitmen sosial untuk memperluas jangkauan kebaikan. Sementara itu, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi masyarakat.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, program Warteg Gratis Ramadan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi solusi pangan bagi mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi model kolaborasi sosial-ekonomi yang inklusif di Indonesia. (Bim)

BACA JUGA:  7 Ton Beras Murah Disiapkan di Tiap Kecamatan Kota Sukabumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *