seputarankita.com – Bencana longsor susulan di Kecamatan Purabaya mesti diwaspadai secara seksama. Hal itu dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah tersebut.
petugas P2BK Purabaya, Yanto Priyatno mengatakan, akibat diguyur hujan sejak Minggu sore satu rumah hancur, jalan lingkungan terputus, dan belasan jiwa terancam di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari.
Dia menambahkan, bencana dilaporkan terjadi pada pukul 15.10 WIB. Kuatnya gerusan aliran air hujan menyebabkan tanah di pemukiman warga ambrol sepanjang 20 meter dengan ketinggian longsoran 1,5 meter.
“Selain longsor, fenomena tanah anjlok sedalam 1 meter juga memperparah kerusakan di lokasi tersebut,” ujarnya, Selasa, 7 Maret 2026.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, dampak dari pergerakan tanah ini cukup masif. Satu unit rumah milik Bapak Angga yang dihuni 2 jiwa dilaporkan mengalami Rusak Berat hingga tidak lagi layak huni.
Sementara itu, tiga rumah lainnya milik Abdul Rojak, Edi Setiawan, dan Deni mengalami Rusak Sedang.
“Saat ini tercatat ada 1 KK dengan 2 jiwa yang sudah mengungsi. Selain bangunan rusak, empat rumah lainnya kini dalam kondisi terancam jika terjadi longsor susulan,” ungkap Yanto.
Tidak hanya menyasar hunian, bencana ini memutus jalan lingkungan warga sepanjang 15 meter. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di RT 28/04 Desa Neglasari tersendat total.
Tanah yang anjlok membuat akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki dengan aman.
Tim gabungan yang terdiri dari P2BK, Perangkat Desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Satpol PP telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan membantu evakuasi mandiri.
“Warga saat ini sedang bahu-membahu secara gotong royong membersihkan material longsor. Namun, kendala utama di lapangan adalah cuaca yang masih turun hujan,” tambah Yanto.
Pihak BPBD mencatat kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi saat ini meliputi: 20 Unit Bronjong untuk penanganan darurat jalan yang terputus. Bahan Bangunan untuk perbaikan rumah terdampak. Bantuan Logistik berupa sandang dan pangan bagi korban.
Hingga berita ini diturunkan, nilai total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, mengingat curah hujan di wilayah Sukabumi masih cukup tinggi. UM





