Satgas MBG Kota Sukabumi Pantau 46 Unit SPPG, Sindangpalay 2 Jadi Sorotan

seputarankita.com – Kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sukabumi terus menunjukkan tren peningkatan.

Salah satunya SPPG Sindangpalay 2 di Kecamatan Cibeureum yang kini telah melayani 1.918 penerima manfaat, naik signifikan dari awal operasional.

Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menegaskan bahwa capaian tersebut harus diiringi dengan konsistensi kualitas layanan di lapangan.

Ia meminta seluruh pengelola SPPG dan mitra tetap menjalankan tugas secara optimal.

“Awalnya hanya sekitar 300 sampai 400 penerima, sekarang sudah 1.918. Ini harus dijaga, baik dari sisi pelayanan maupun pengelolaan,” kata Andri, Kamis, 9 April 2026.

Di Kota Sukabumi, terdapat 46 unit SPPG yang tersebar di berbagai wilayah, dengan satu di antaranya didukung pendanaan PGN. Khusus di Kecamatan Cibeureum, saat ini terdapat tujuh SPPG yang aktif beroperasi.

Menurut Andri, secara umum fasilitas yang dimiliki SPPG sudah memadai, mulai dari luas lahan, sistem distribusi hingga keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Namun demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan berkelanjutan, termasuk integrasi dengan sistem IPAL yang lebih modern.

Evaluasi juga akan terus dilakukan terhadap seluruh SPPG guna memastikan standar operasional berjalan maksimal.

“Dari 46 ini nanti akan terlihat mana yang sudah baik dan mana yang perlu ditingkatkan,” katanya.

SPPG Sindangpalay 2 sendiri telah beroperasi sejak 18 Februari 2026. Selain melayani kebutuhan gizi masyarakat, program ini turut berdampak pada pemberdayaan warga sekitar.

Sekitar 90 persen relawan berasal dari lingkungan setempat, termasuk ibu rumah tangga dan warga yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Kepala dapur SPPG, Krisman Firdani Zega, menyebut pengelolaan limbah juga menjadi perhatian.

Sisa dapur dimanfaatkan warga sebagai pakan ternak melalui kesepakatan bersama.

BACA JUGA:  Mutasi ASN Kembali Dilakukan, Ayep Zaki Bicara Soal Dinamika Birokrasi

“Ada kerja sama dengan warga. Limbah dapur dimanfaatkan untuk ternak, dan hasilnya seperti telur akan kembali diserap,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Barokah Gizi Insani, Mira, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti setiap masukan dari Satgas MBG demi peningkatan kualitas layanan ke depan.

“Semua arahan akan kami jalankan agar pengelolaan SPPG semakin baik dan memberikan manfaat lebih luas,” tandasnya. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *