seputarankita.com – Upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat terus dilakukan melalui seminar edukasi emas bertajuk “Pensiun Dini dengan Emas” yang digelar oleh Public Gold Indonesia di kawasan Cikole, Kota Sukabumi, Senin, 13 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi investasi emas seperti Feri Sri Astrina, Fatrah Fathaha, serta Azam Amiri sebagai pembicara utama yang dikenal luas dalam pengembangan bisnis emas di kawasan Asia Tenggara.
Dalam forum tersebut, peserta tidak hanya dikenalkan pada investasi emas, tetapi juga dibekali pemahaman dasar mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak.
Edukasi ini menjadi sorotan utama mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki perencanaan finansial yang matang.
Feri Sri Astrina menyampaikan bahwa persoalan mendasar yang kerap ditemui di lapangan adalah rendahnya kesadaran dalam mengatur keuangan.
Kondisi ini, kata dia, sering berujung pada ketergantungan terhadap pinjaman.
“Banyak masyarakat yang belum memiliki pola pengelolaan keuangan yang sehat. Akibatnya, mereka mudah terjebak utang. Edukasi seperti ini diharapkan bisa menjadi langkah awal perubahan,” ungkapnya.
Melalui seminar ini, peserta diajak memahami cara sederhana membangun aset, salah satunya dengan menabung emas secara konsisten.
Selain itu, dijelaskan pula bagaimana emas dapat berfungsi sebagai instrumen lindung nilai untuk menjaga daya beli di tengah tekanan inflasi.
Tak hanya soal investasi, kegiatan ini juga membuka wawasan terkait peluang usaha di sektor emas. Sistem yang ditawarkan dinilai fleksibel dan dapat dijalankan oleh berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga, tanpa harus meninggalkan aktivitas utama.
“Selain menabung, masyarakat juga bisa memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Ini bisa menjadi tambahan penghasilan bahkan sebagai persiapan masa pensiun,” jelasnya.
Seminar yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu membentuk pola pikir baru di tengah masyarakat, dari yang sebelumnya cenderung konsumtif menjadi lebih produktif dan berorientasi pada perencanaan masa depan. UM





