SeputaranKita.com – Kebakaran lahan bambu di kawasan Ciaul Pasir, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Sabtu, 8 Agustus 2026, berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi bergerak tak lama setelah menerima laporan.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.50 WIB itu dilaporkan kepada BPBD pada pukul 16.01 WIB. Petugas kemudian melakukan asesmen dan penanganan di lokasi sekitar pukul 16.15 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan kecepatan respons menjadi kunci dalam menangani kebakaran tersebut.
Pasalnya, lokasi kejadian berada di area yang dipenuhi material mudah terbakar dan cukup dekat dengan permukiman.
“Begitu laporan diterima, personel langsung kami arahkan untuk melakukan pengecekan dan penanganan. Kondisi lahan cukup mudah terbakar karena terdapat bambu, daun kering dan tumpukan sampah,” ujar Yoseph.
Dari hasil kaji cepat, lahan bambu yang terdampak diperkirakan memiliki luasan sekitar 50 meter. Kobaran api sempat cepat membesar akibat banyaknya material kering di lokasi.
Namun, kondisi tersebut tidak sampai berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Petugas bersama unsur terkait berhasil mengendalikan api sehingga tidak menjalar ke kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari titik kejadian.
Menurut Yoseph, keberhasilan penanganan juga tidak lepas dari koordinasi sejumlah unsur di lapangan. Selain BPBD, penanganan melibatkan Damkar Kota Sukabumi, pihak Kelurahan Cisarua, Polsek Cikole serta RT dan RW setempat.
“Koordinasi di lapangan berjalan dengan baik. Kami fokus memastikan api tidak meluas dan kondisi di sekitar lokasi tetap aman,” katanya.
BPBD juga melakukan sejumlah tahapan penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, melakukan asesmen, pendataan, penanganan hingga melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan.
Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan. Area tersebut diketahui kerap dijadikan tempat membuang sampah oleh warga, meski bukan merupakan lokasi pembuangan sampah resmi.
Yoseph mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di lahan terbuka yang banyak ditumbuhi bambu dan dipenuhi material kering.
“Api kecil bisa dengan cepat menjadi besar apabila berada di lingkungan dengan banyak material mudah terbakar. Karena itu, pencegahan dan kewaspadaan masyarakat sangat penting,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga segera menyampaikan laporan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Respons cepat masyarakat melalui laporan dini dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum kejadian berkembang lebih besar.
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban terdampak. Penanganan cepat petugas menjadi salah satu faktor penting sehingga kebakaran lahan dapat dikendalikan dan tidak merembet ke permukiman di sekitarnya. UM





