Lansia Sukabumi Harus Puasa Paksa, Tak Ada Makanan untuk Dimakan

Lansia Sukabumi Harus Puasa Paksa, Tak Ada Makanan untuk Dimakan
Lansia di Sukabumi hidup sebatang kara tanpa bantuan pemerintah walaupun namanya masuk DTKS / FT: Ist

seputarankita.com – Hidup sebatang kara di usia senja, Iskandar (68), warga Kampung Cijangkar RT 01/02, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, menjalani hari-hari penuh keprihatinan.

‎Kondisi kesehatan yang menurun, ditambah himpitan ekonomi, membuatnya sering kali harus menahan lapar hingga berhari-hari.

‎“Kadang sampai berminggu-minggu tidak ada makanan. Pernah jatuh sakit juga karena kelaparan, akhirnya warga yang mengantarkan ke rumah sakit,” tutur Dadan, tetangga yang kerap membantu seadanya.

‎Ironisnya, meski namanya tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Iskandar mengaku tidak pernah menerima bantuan pemerintah, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bansos lain.

‎Hal ini membuat warga sekitar bertanya-tanya, ke mana sebenarnya aliran bantuan tersebut yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk meringankan beban hidupnya.

‎Dinas Sosial Kota Sukabumi juga menyebutkan sempat mengupayakan perawatan gratis di rumah sakit, tetapi Iskandar memilih pulang. Ia merasa tidak ingin merepotkan orang lain meskipun tubuhnya kian lemah.

‎“Beliau takut dianggap beban, makanya lebih memilih pulang meski kondisi belum sehat,” tambah Dadan.

‎Kisah getir Iskandar kini menjadi perbincangan warga sekitar. Mereka berharap pemerintah benar-benar hadir untuk memastikan para lansia miskin tidak sekadar terdata di atas kertas, tetapi juga merasakan manfaat bantuan yang dijanjikan. UM

BACA JUGA:  PAD Kota Sukabumi Naik 55 Persen, BPKPD Klarifikasi soal Keakuratan Angka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *