Rumah Reyot dan Banjir, Rosad Hidup dalam Bayang Kemiskinan Ekstrem di Surade

Rumah Reyot dan Banjir, Rosad Hidup dalam Bayang Kemiskinan Ekstrem di Surade
Potret kemiskinan ekstrem kembali tersaji di pelosok Kabupaten Sukabumi dialami seorang warga bernama Rosad (56) warga Surade / FT: Ist

seputarankita.com – Potret kemiskinan ekstrem kembali tersaji di pelosok Kabupaten Sukabumi. Adalah Rosad (56), warga Kampung Cimenteng, Desa Bunwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

‎Dia harus menjalani hari-hari penuh derita bersama keluarganya dan dibayang-bayangi ketakutan rumah reyot yang mereka tinggali ambruk dan selalu tergenang banjir setiap kali hujan deras mengguyur.

‎Kesulitan itu semakin berat setelah Rosad divonis menderita diabetes. Kondisinya membuat ia tak lagi mampu bekerja mencari nafkah.

‎Untuk bertahan hidup, keluarga hanya bergantung pada bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan uluran tangan warga sekitar.

‎“Benar, rumahnya sangat memprihatinkan. Rosad memang penerima PKH, tapi itu belum cukup untuk menutupi kebutuhan,” ungkap Hendi, tetangga dekatnya, Kamis, 2 Oktober 2025.

‎Keadaan tersebut mengetuk hati pemerhati sosial, Dedi Kurniadi, yang kini tengah menggalang donasi demi memperbaiki rumah Rosad.

‎“Saya berharap pemerintah daerah hingga pusat bisa ikut membantu, agar keluarga ini bisa merasakan hidup yang lebih layak,” ujarnya.

‎Ironisnya, rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru berubah menjadi ancaman keselamatan. Atap bocor, dinding lapuk, hingga lantai ambles membuat keluarga Rosad hidup dalam kecemasan setiap kali hujan turun.

‎Kisah pilu ini sejatinya bukan hanya penderitaan satu keluarga. Ia adalah potret nyata lemahnya perhatian terhadap masyarakat miskin di pelosok.

‎Padahal, konstitusi menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh tempat tinggal yang layak. Cerita Rosad seharusnya mengetuk hati banyak pihak.

‎Sudah saatnya pemerintah, masyarakat, dan para dermawan bahu membahu agar tragedi kemanusiaan seperti ini tidak terus berulang, baik di Sukabumi maupun di daerah lain di Indonesia. UM

BACA JUGA:  Firasat Terakhir Ibu Korban NS dan Catatan Hitam Kekerasan dalam Keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *