Wali Kota Sukabumi Gagas Kebangkitan Industri Kreatif dan Pariwisata

Wali Kota Sukabumi Gagas Kebangkitan Industri Kreatif dan Pariwisata
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menggelar dialog dengan pengusaha hotel dan restoran di Balai Kota. Senin (12/1/2026) FT : Bim

seputarankita.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bertekad mengembalikan kejayaan Industri kreatif dan pariwisata. Dia juga berambisi menjadikan Sukabumi sebagai kota kunjungan wisata, konser, dan seni dalam rangka pembenahan pajak sebagai komponen penting pembangunan.

‎Hal itu disampaikan usai menerima kunjungan para pengusaha hotel dan restoran di ruang utama Balai Kota Sukabumi, Senin, 12 Januari 2026.

‎Dia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur keuangan daerah dengan menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp650 miliar untuk tahun 2026.

‎Meski pada awalnya SKPD sempat mengajukan angka di bawah itu, Ayep Zaki tetap optimis angka tersebut realistis demi membiayai pembangunan kota secara mandiri dan mengantisipasi ketidakpastian transfer dana dari pemerintah pusat.

‎Dalam pertemuan bersama para pengusaha hotel, restoran, dan hiburan, Wali Kota menekankan bahwa upaya ini bukanlah menaikkan pajak, melainkan normalisasi sesuai aturan yang berlaku.

‎Fokus utama adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10% yang merupakan uang titipan dari masyarakat.

‎”Tugas Wali Kota adalah mencari uang sebanyak-banyaknya untuk membangun kota melalui cara yang legal. Saya tekankan, tidak boleh ada pungli. Pengusaha tidak boleh memberi apapun kepada aparat Pemkot agar mereka nyaman berinvestasi di Sukabumi,” tegas Ayep Zaki.

‎Wali Kota juga mengingatkan para pengusaha untuk kooperatif. Ia menyatakan telah menjalin MoU dengan KPP Pratama untuk melakukan audit pajak.

‎Selain itu pemerintah juga bekerja sama dengan Kejaksaan jika terdapat wajib pajak yang tidak mengindahkan undangan pemerintah hingga tiga kali berturut-turut.

‎Hal tersebut disambut positif oleh Wina Zulfiana, pengusaha dari perhotelan Wisma Brata yang juga berkecimpung di industri perfilman.

‎Menurutnya, kebijakan Wali Kota sangat menguntungkan dunia usaha, terutama sektor kuliner dan perhotelan yang akan terdampak langsung jika industri film kembali marak di Sukabumi.

‎”Dulu Sukabumi adalah Hollywood-nya Indonesia. Potensinya luar biasa. Sebagai contoh, saat syuting film ‘Panggil Aku Ayah’ di Sukabumi, ada sekitar 300 kru dan artis yang tinggal selama berbulan-bulan. Ini tentu meningkatkan omzet hotel dan rumah makan,” ungkap Wina.

‎Wina juga mengapresiasi langkah Wali Kota yang mengundang pengusaha secara langsung untuk berdialog. “Ini pertama kalinya kami dilibatkan sedalam ini. Kami sepakat bahwa pajak 10% itu memang harus dikelola dengan baik untuk kemajuan pariwisata daerah kita sendiri,” tambahnya. Bimo

BACA JUGA:  Ayep Zaki Ajukan Sejumlah Proyek Prioritas ke Pusat, Fokus Infrastruktur Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *