seputarankita.com – Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan pernyataan tegas mengenai masa depan administratif wilayahnya. Di hadapan pengurus Massa Prabowo (Masbro) dan tokoh masyarakat, pria yang akrab disapa Kang Asjap ini memastikan bahwa wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) 4, tidak akan bergabung dengan Kota Sukabumi.
Pernyataan ini muncul sebagai jawaban atas wacana yang sempat mencuat di sebagian kelompok masyarakat. Kang Asjap menekankan bahwa solusi terbaik bagi luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi bukanlah penggabungan wilayah ke kota lain, melainkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).
Kang Asjap menjelaskan bahwa rencana pemekaran Kabupaten Sukabumi sebenarnya sudah menjadi cita-cita sejak 20 tahun lalu. Bahkan, hal tersebut merupakan amanat dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, langkah tersebut terganjal kebijakan moratorium pemekaran daerah yang diterapkan selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Apabila Pemerintah Pusat menyetujui pemekaran Kabupaten Sukabumi hari ini, saya akan langsung menandatangani persetujuan tersebut. Pemkab Sukabumi memiliki komitmen tinggi dan sangat serius mewujudkan DOB,” tegas Kang Asjap.
Sebagai daerah dengan wilayah terluas di Pulau Jawa dan Bali, Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan. Menurut Bupati, pembentukan DOB adalah langkah strategis yang paling efektif.
“Pemekaran ini tujuannya untuk memperpendek rentang kendali. Dengan wilayah yang begitu luas, pelayanan publik akan lebih maksimal jika didekatkan melalui pembentukan kabupaten baru,” urainya.
Senada dengan Bupati, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Iman Adinugraha, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan siap mengawal aspirasi warga Sukabumi di tingkat pusat. Ia menilai kondisi geografis Sukabumi memang sudah sangat layak untuk dimekarkan.
“Kabupaten Sukabumi sudah layak mekar. Ini aspirasi lama yang harus kita perjuangkan bersama di Senayan agar kesejahteraan masyarakat lebih cepat tercapai,” ujar Iman.
Meskipun sempat ada suara-suara yang menginginkan Dapil 4 bergabung dengan Kota Sukabumi, mayoritas warga dan tokoh masyarakat setempat justru lebih memilih untuk tetap menjadi bagian dari Kabupaten Sukabumi atau mendukung penuh terbentuknya Kabupaten DOB baru demi menjaga identitas dan efektivitas birokrasi.





