Perkuat Iklim Investasi, Pemkab Sukabumi dan Sarbumusi Kedepankan Dialog di May Day 2026

seputarankita.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Kabupaten Sukabumi tampil dengan wajah berbeda. Aliansi buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) memilih merayakan hari besar tersebut dengan tajuk “May Day is Holiday”, sebuah konsep penyampaian aspirasi yang mengedepankan dialog santun dan suasana kekeluargaan.

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis yang diambil oleh Sarbumusi. Menurutnya, cara-cara baru dalam menyampaikan aspirasi tanpa harus turun ke jalan secara masif mampu menciptakan citra positif bagi iklim investasi di daerah.

“Ini adalah model baru dalam menyampaikan aspirasi secara santun. Buruh adalah bagian tak terpisahkan dari investasi. Dengan menjaga kondusivitas, keamanan, dan kelancaran, kita sebenarnya sedang membangun masa depan ekonomi Sukabumi bersama-sama,” ujar Andreas saat menghadiri diskusi santai bersama pengurus Sarbumusi, Jumat (1/5/2026).

Menanggapi isu pengangguran, Andreas mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah fokus menyinkronkan jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan kerja. Salah satu terobosan yang disoroti adalah program “Dapur Umum/Gizi” yang diklaim telah menyerap sekitar 16.400 tenaga kerja.

“Target kami saat kampanye adalah menciptakan 30.000 lapangan kerja. Saat ini, hanya dari sektor ‘dapur’ saja sudah terserap 19.400 orang, artinya sudah mencapai lebih dari 50 persen. Kami juga mendorong penguatan sektor informal seperti UMKM, pertanian, dan pariwisata agar lulusan sekolah memiliki lebih banyak pilihan,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Sukabumi, Usman Abdul Fakih, menjelaskan bahwa absennya aksi turun ke jalan sejak beberapa tahun terakhir bukan berarti buruh berdiam diri. Sejak 2011, Sarbumusi lebih mengedepankan jalur administrasi, somasi, dan audiensi formal.

Isu kesejahteraan finansial juga menjadi sorotan tajam. Sarbumusi melaporkan telah menjalin kerja sama dengan perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM buruh.

BACA JUGA:  Pemkot Sukabumi Buka Seleksi Terbuka Empat JPTP, Utamakan Profesionalisme

“Kami ingin anggota kami terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol) atau rentenir. Kami arahkan ke pinjaman lunak dan memberikan akses kuliah dengan biaya terjangkau di perguruan tinggi mitra,” kata Usman.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Andreas menekankan pentingnya manajemen keuangan bagi para buruh. Ia berjanji akan meminta perusahaan-perusahaan di Sukabumi untuk lebih peduli terhadap literasi finansial karyawannya.

“Gaji besar tidak menjamin kesuksesan jika manajemen keuangannya buruk. Perusahaan harus ikut mengawal ini agar tidak ada lagi cerita gaji habis hanya untuk membayar bunga bank emok atau rentenir,” pungkas Andreas.(Bim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *