Pemkot Sukabumi Mulai Musrenbang 2026, Fokus pada Pemerataan Infrastruktur Wilayah

Pemkot Sukabumi Mulai Musrenbang 2026, Fokus pada Pemerataan Infrastruktur Wilayah
Musrenbang 2026 resmi dimulai, Wakil Wali Kota Bobby Maulana menegaskan tahun depan adalah tahun infrastruktur, Senin (26/1/2026). FT : Bim

seputarankita.com – Pemerintah Kota Sukabumi resmi memulai rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun anggaran 2026. Kecamatan Citamiang menjadi wilayah pertama yang menggelar forum ini, dengan menitikberatkan pada penguatan infrastruktur, penataan kawasan kumuh, hingga rencana besar revitalisasi Lapangan Merdeka.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa arah pembangunan tahun 2026 akan difokuskan secara masif pada perbaikan akses publik. Langkah ini mencakup peningkatan kualitas jalan nasional, provinsi, hingga jalan lingkungan dan drainase di tingkat kelurahan.

“Kita fokus 2026 ini untuk infrastruktur secara menyeluruh. Ada beberapa ruas jalan kota yang sudah tidak bisa lagi dipelihara secara rutin, maka akan kita lakukan betonisasi. Kami juga bersinergi dengan provinsi untuk mengintervensi jalan yang cukup panjang, seperti Jalan Merbabu, karena keterbatasan anggaran kota,” ujar Bobby Maulana saat memberikan keterangan, Senin (26/1/2026).

Selain akses jalan, Bobby menyoroti penanganan kawasan kumuh melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Ia menyebutkan akan ada lebih dari 250 unit bantuan Rutilahu yang bersumber dari pusat, provinsi, dan APBD kota.

Revitalisasi Lapangan Merdeka dan Ekspansi ke Selatan Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga membocorkan rencana besar Pemkot Sukabumi untuk melakukan revitalisasi total Lapangan Merdeka pada April mendatang. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ikon kota tersebut sekaligus memecah kepadatan di pusat kota.

“Kami akan melakukan revitalisasi Lapangan Merdeka agar lebih steril dan tertata. Sebagai solusinya, kita siapkan lahan baru di Cibeureum sebagai pusat kegiatan masa depan, seperti konser dan aktivitas pedagang, agar konsentrasi massa tidak menumpuk di pusat kota saja,” tambahnya.

Citamiang Ajukan 50 Usulan Prioritas Sementara itu, Camat Citamiang, Aries Ariandi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerucutkan aspirasi warga menjadi 50 usulan utama yang terdiri dari 25 usulan fisik dan 25 usulan non-fisik.

BACA JUGA:  Bobby Maulana Apresiasi Aksi Donor Darah Ramadan INTI 2026 di Sukabumi

“Total usulan anggaran untuk fisik mencapai Rp21,8 miliar, sedangkan untuk non-fisik sebesar Rp2,2 miliar. Fokus fisik kami tetap pada infrastruktur jalan dan drainase yang hampir merata di tiap kelurahan,” jelas Aries.

Untuk usulan non-fisik, Kecamatan Citamiang memprioritaskan program pelatihan keterampilan tenaga kerja guna menekan angka pengangguran di usia produktif. Aries berharap persentase realisasi usulan tahun ini bisa meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Evaluasi dari Musrenbang sebelumnya yang terealisasi di 2025 berada di angka 38 persen. Target kami untuk usulan tahun 2026 yang akan dikawal hingga 2027 mendatang, realisasinya bisa di atas 50 persen karena usulan yang kami ajukan benar-benar prioritas mendesak bagi warga,” pungkasnya.

Terkait Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), Aries mengklaim pelaksanaan di Citamiang berjalan cukup baik dengan evaluasi positif dari bagian pemerintahan, dan diharapkan tetap menjadi motor penggerak pembangunan partisipatif di tingkat akar rumput pada tahun 2026 ini.Bim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *