Akselerasi Ekonomi Jalur Selatan: Bantargadung Siapkan Lahan Unggulan bagi Investor Agrobisnis

Akselerasi Ekonomi Jalur Selatan: Bantargadung Siapkan Lahan Unggulan bagi Investor Agrobisnis
Kecamatan Bantargadung kini memperkuat posisinya sebagai daerah penyangga ekonomi di Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/2/2026). FT : ist

seputarankita.com – Berada tepat di jalur urat nadi yang menghubungkan pusat Kabupaten Sukabumi dengan kawasan Selatan, Kecamatan Bantargadung kini tak lagi sekadar menjadi daerah perlintasan. Di bawah kepemimpinan Camat Syarifuddin Rahmat, wilayah seluas 27,8 kilometer persegi ini tengah bersiap melakukan transformasi besar: dari sektor perkebunan konvensional menuju pusat investasi agrowisata dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

Karakteristik topografi Bantargadung yang unik—perpaduan dataran hingga perbukitan dengan kemiringan 15-25%—menjadi modal utama pengembangan sektor agraris. Syarifuddin Rahmat mengungkapkan bahwa wilayahnya kini tengah menyambut era baru investasi melalui pengembangan kebun Pisang Cavendish dan sektor peternakan sapi perah serta ayam petelur.

“Kami tidak ingin Bantargadung jalan di tempat. Progres investasi kebun Pisang Cavendish sedang berjalan. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi bagaimana kehadiran investor bisa mendongkrak PAD dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal,” ujar Syarifuddin, yang menjabat sejak Oktober 2025 lalu.

Sektor agrowisata juga menjadi primadona baru. Dengan komoditi unggulan seperti durian, alpukat, dan karet, Bantargadung diproyeksikan menjadi destinasi wisata berbasis alam yang mampu menarik wisatawan sebelum mereka mencapai Palabuhanratu.

Di balik ambisi ekonomi, ada kegelisahan sosial yang tengah dijawab oleh pihak kecamatan, yakni pemerataan akses pendidikan. Salah satu prioritas utama Syarifuddin saat ini adalah mengawal rencana pembangunan SMA Negeri 1 Bantargadung.

Selama ini, akses pendidikan menengah atas yang terjangkau menjadi tantangan bagi warga di tujuh desa. Pihak kecamatan kini gencar melakukan lobi dan koordinasi dengan pemilik lahan agar pengembangan sekolah ini segera terealisasi.

“Pengembangan SMA Negeri 1 adalah fokus kami agar pendidikan merata, tersentral, dan terjangkau. Kami ingin mencetak SDM unggul dari Bantargadung untuk mendukung visi Sukabumi yang Mubarakah,” tegasnya.

BACA JUGA:  Jaga Iklim Investasi, Disnakertrans Sukabumi Dorong Harmonisasi Buruh dan Pengusaha

Namun, membangun Bantargadung bukan tanpa hambatan. Sebagai wilayah dengan curah hujan rata-rata mencapai 648 mm/tahun dan kondisi tanah latosol yang rawan, mitigasi bencana menjadi harga mati. Dalam setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), usulan infrastruktur dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) selalu mendominasi.

Syarifuddin menekankan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat melalui gotong royong adalah kunci menjaga kondusifitas wilayah.

Dengan integrasi antara pembangunan fisik, penguatan pendidikan, dan keterbukaan terhadap investasi hijau, Kecamatan Bantargadung optimistis mampu bertransformasi menjadi wilayah yang mandiri dan berdaya saing di masa depan. Bim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *