seputarankita.com – Pemerintah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menargetkan penurunan angka stunting sebesar 30 persen pada tahun 2026. Target tersebut disampaikan Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, AP.
Menurut Syarifuddin, berdasarkan data tahun 2025, jumlah balita stunting di Kecamatan Bantargadung tercatat sebanyak 242 anak. Angka itu menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 274 kasus.
“Pada 2025, angka stunting turun 8 persen atau 32 anak. Tahun 2026 kami menargetkan penurunan hingga 30 persen atau sekitar 72 balita,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menjelaskan, program penurunan dan pencegahan stunting pada 2025 melibatkan Dinas Kesehatan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), yang turut didukung PMT lokal dari pemerintah desa.
Memasuki 2026, mekanisme penyaluran PMT akan disesuaikan. PMT dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas akan didistribusikan oleh TP PKK Desa. Sementara PMT dari anggaran desa dihapus oleh DPMD guna menghindari tumpang tindih dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Syarifuddin menegaskan, target penurunan stunting bukan sekadar lolos usia lima tahun, melainkan benar-benar lepas dari status stunting tanpa gangguan pertumbuhan.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Kecamatan Bantargadung telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimcam, kepala desa, Puskesmas, dan UPTD DPPKB.
Selain itu, pihak kecamatan juga melakukan pemantauan langsung pelaksanaan MBG bagi balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui. Koordinasi juga dilakukan dengan SPPG MBG agar menu gizi disesuaikan dengan kebutuhan balita stunting.
“Menu bagi balita stunting tidak bisa disamaratakan dengan balita non-stunting. Kami mendorong agar pola gizi benar-benar diperhatikan,” pungkasnya. UM





