seputarankita.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyerukan pesan penting menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. Tak hanya soal peningkatan spiritualitas, Bobby menekankan pentingnya refleksi karakter di era digital serta aksi nyata menjaga lingkungan dari krisis sampah.
Hal tersebut disampaikannya dalam Tabligh Akbar Majelis Taklim Kajian Ahad Pagi (Kahpi) di Masjid Baiturrahim, Jalur Lingkar Selatan, Selasa (17/2/2026). Di hadapan ratusan jemaah, Bobby menyoroti tantangan generasi muda yang kian rentan terjebak arus negatif media sosial.
Dalam sambutannya, Bobby mengingatkan para orang tua untuk lebih bijak memantau penggunaan teknologi pada anak. Ia berharap majelis taklim seperti Kahpi mampu menjadi benteng bagi mentalitas generasi muda agar tidak mudah menyerah dan hanya fokus pada urusan duniawi.
“Di era digital ini, jangan sampai generasi kita hanya bisa mengeluh di media sosial. Cara mendidik harus lugas dan bijak. Pantau penggunaan gawai sesuai usia mereka. Kita butuh generasi yang cerdas intelektual, tapi juga kokoh secara akhlak,” tegas Bobby.
Isu lingkungan menjadi sorotan tajam dalam kegiatan tersebut. Merujuk pada fatwa MUI tentang keharaman membuang sampah sembarangan, Bobby mengungkapkan kondisi darurat di TPA Cikundul.
Saat ini, volume sampah yang masuk mencapai 183 hingga 187 ton per hari, sementara kapasitas TPA diperkirakan hanya mampu bertahan hingga 1,5 tahun ke depan.
“Jadikan Ramadan momentum membersihkan hati sekaligus lingkungan. Mulailah memilah sampah dari rumah. Sampah organik jadi kompos, yang non-organik ke bank sampah. Ini bukan sekadar kebersihan, tapi juga bernilai ekonomi,” ajaknya.
Bobby juga membanggakan capaian Kota Sukabumi yang kini menduduki peringkat pertama kota tertoleransi di Jawa Barat dan peringkat keenam nasional. Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan satu dari 26 indikator utama pembangunan daerah.
“Predikat kota toleran ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah kunci pembuka iklim investasi dan peluang usaha yang ujungnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” tambahnya.
Kegiatan yang juga dihadiri Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda ini, ditutup dengan tausiyah dari Ust. Subki Al-Bughuri. Sang ustadz mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan fisik sebagai modal utama menjalankan ibadah Ramadan secara optimal.
Pemerintah Kota Sukabumi sendiri terus berupaya membangun budaya sadar lingkungan sejak dini, salah satunya dengan rutin menerima kunjungan siswa PAUD dan TK ke balai kota untuk edukasi tata kelola sampah.(Bim)





