seputarankita.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang memicu sejumlah kejadian bencana di wilayah Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jumat hingga Sabtu dini hari 6 hingga 7 Maret 2026.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan, sedikitnya tiga kejadian terjadi di wilayah tersebut, mulai dari longsor, jembatan terputus, hingga rumah warga terdampak.
Peristiwa pertama terjadi di Kampung Cipeundeuy RT 002/009, Desa Ciemas, pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB.
“Hujan deras menyebabkan pergeseran tanah hingga memicu longsor dengan panjang sekitar 5 meter dan tinggi 2,5 meter,” kata Daeng, Sabtu, 7 Maret 2026.
Beruntung kata dia, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi dalam kejadian tersebut.
Selanjutnya, sekitar pukul 02.00 WIB, longsor juga terjadi di Kampung Citiis RT 003/005, Desa Mekarsakti.
Dia menambahkan, material longsor menggerus tembok penahan tanah (TPT) di aliran sungai hingga merobohkan pondasi jembatan penghubung Desa Mekarsakti dan Desa Tamanjaya.
Akibatnya, akses jembatan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dilewati secara terbatas oleh kendaraan kecil.
Tercatat satu kepala keluarga dengan tiga jiwa berada di sekitar lokasi yang terdampak potensi bahaya.
Selain itu, hujan berkepanjangan juga menyebabkan rumah milik seorang warga bernama Warto di Kampung Cihuni RT 003/007, Desa Ciwaru, mengalami kerusakan. Atap rumah ambruk akibat tidak mampu menahan curah hujan tinggi disertai angin kencang.
Rumah tersebut dihuni satu keluarga dengan lima jiwa. Meski mengalami kerusakan ringan pada bagian atap, rumah masih dapat ditempati oleh penghuni.
Petugas P2BK Kecamatan Ciemas bersama aparat desa, kecamatan, TNI-Polri dan Tagana telah melakukan asesmen ke lokasi kejadian serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi kejadian antara lain terpal, bronjong, serta material bangunan untuk penanganan sementara.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kabupaten Sukabumi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.





