SeputaranKita.com- Semangat optimisme mewarnai arah pembangunan Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki.
Dalam pertemuan bersama pelaku usaha, pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan iklim investasi yang sehat, transparan, dan terbuka bagi semua pihak.
Didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana serta jajaran perangkat daerah, Ayep menyampaikan bahwa masa depan ekonomi kota sangat bergantung pada kepercayaan.
Karena itu, praktik pungutan liar dan korupsi harus ditinggalkan demi menciptakan ruang usaha yang adil dan profesional.
Lebih dari sekadar penegasan, pertemuan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi empat pilar pembangunan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Sinergi ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan merata.
“Ketika semua unsur bergerak bersama, maka peluang akan terbuka lebih luas dan manfaat pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Ayep.
Optimisme tersebut juga didukung dengan langkah konkret pemerintah dalam menata arah pembangunan wilayah.
Dengan luas sekitar 4.800 hektare dan keberadaan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Pemkot berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan ketahanan pangan.
Penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pun tengah dilakukan untuk membuka peluang kawasan produktif, termasuk pengembangan zona kuning sebagai ruang strategis bagi kegiatan usaha.
Pemerintah Kota Sukabumi juga membuka pintu seluas-luasnya bagi para pengusaha untuk berkontribusi melalui pengajuan rencana usaha yang terintegrasi dengan kebijakan daerah.
Dukungan pelayanan yang responsif dan kemudahan berusaha menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing kota.
Dengan fondasi tata kelola yang bersih, kolaborasi yang kuat, serta perencanaan yang matang, Kota Sukabumi menatap masa depan dengan penuh keyakinan menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat. UM





