Daerah  

Dapur Warga Jayaraksa Amblas ke Sungai, BPBD Sukabumi Waspadai Sumbatan Aliran Cisuda

seputarankita.com – Cuaca ekstrem dan beban bangunan memicu ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di bantarang Sungai Cisuda, tepatnya di Jalan Baros, Kampung Tugu RT 05/04, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, pada Jumat dini hari (3/4/2026).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 02:15 WIB tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan serius pada bagian dapur dan kamar mandi. Material longsoran TPT setinggi 3,5 meter dengan panjang 12 meter itu kini menutupi sebagian aliran sungai, memicu kekhawatiran akan terjadinya banjir luapan.

Berdasarkan hasil asesmen tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, struktur TPT tersebut disinyalir sudah mengalami keretakan sebelumnya. Rembesan air sungai ditambah beban bangunan yang berada tepat di atas TPT membuat konstruksi tidak kuat menahan beban hingga akhirnya ambruk.

“Posisi TPT berada di bantaran sungai dan memang sudah ada keretakan. Adanya beban bangunan di atasnya membuat tanah labil dan ambruk,” lapor Regu 2 BPBD Kota Sukabumi dalam keterangan resminya, Jumat (3/4).

Dua rumah warga dilaporkan terdampak langsung, Rumah pertama Bagian dapur dan WC ambruk dengan luas terdampak sekitar 5×7×2 meter, Rumah kedua Bagian dapur mengalami kerusakan dengan luas 3×3×3 meter.

Satu keluarga yang terdiri dari tiga jiwa, dipimpin oleh Ibu Hj. Kakay Kartika, menjadi korban terdampak dalam kejadian ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Sejak pukul 07:00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Sukabumi, Tagana Dinas Sosial, Babinsa Kelurahan Jayaraksa, serta dibantu pengurus RT/RW dan masyarakat setempat telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pendataan.

Kebutuhan mendesak saat ini berupa terpal untuk menutupi area longsoran guna mencegah pengikisan susulan jika hujan kembali turun, serta material bangunan seperti semen, batu, dan pasir untuk perbaikan permanen.

BACA JUGA:  Pesan Bermakna Tan Malaka, Warnai Baju Fahmi - Dida saat Pendaftaran Calon ke KPU

BPBD memberikan catatan khusus mengenai material reruntuhan yang masih menyumbat aliran Sungai Cisuda. Lokasi tersebut dikenal sebagai zona rawan banjir, sehingga pengangkatan material harus segera dilakukan.

“Butuh penanganan segera untuk pengangkatan material. Jika air sungai meluap, dikhawatirkan akan memicu kerusakan yang lebih parah karena masih banyak bangunan di sepanjang bantaran sungai yang kini dalam posisi terancam,” tegas petugas di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi akhir dilaporkan sudah terkendali (clear), namun pembersihan material sungai masih menjadi prioritas utama tim gabungan guna mengantisipasi potensi bencana susulan.(Bim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *