seputarankita.com – Cabang olahraga tinju Kota Sukabumi masih menyimpan pekerjaan besar untuk mengembalikan kejayaan di arena Porprov Jawa Barat.
Setelah terakhir kali meraih medali emas pada 2006 melalui Veron, hingga kini belum muncul penerus yang mampu mengulang capaian tersebut.
Kondisi itu menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab kepengurusan baru Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Sukabumi periode 2026-2030.
Regenerasi atlet sejak usia muda pun mulai disiapkan. Tidak hanya mengejar prestasi dalam waktu dekat, pembinaan diarahkan untuk membangun fondasi petinju masa depan yang diproyeksikan tampil pada ajang pelajar maupun Porprov.
Ketua Pengda PERTINA Kota Sukabumi periode 2026-2030 Andre Budiman mengatakan, pihaknya akan memulai pembinaan dari kelompok usia muda, termasuk menyasar pelajar SMP.
“Mengenai perkembangan tinju, kita akan memulai dari usia dini dan mungkin dari sekitar SMP. Akan kita bina untuk persiapan atlet Popda di 2027,” kata Andre.
Menurutnya, pola pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan perkembangan olahraga tinju Kota Sukabumi yang sebelumnya pernah memiliki masa kejayaan.
“Harapan saya ke depannya agar tinju di Kota Sukabumi lebih berkembang lagi dan mengembalikan era kejayaannya pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyambut kepengurusan baru PERTINA dengan harapan adanya pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan.
Bobby menilai keberhasilan sebuah cabang olahraga tidak bisa dibangun secara instan. Diperlukan proses mulai dari menemukan bibit, membina atlet, meningkatkan kualitas pelatih hingga menyediakan kompetisi yang cukup.
“Momentum pelantikan ini menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab baru untuk membawa olahraga tinju Kota Sukabumi semakin berkembang, semakin berprestasi, serta semakin mampu melahirkan atlet-atlet yang membanggakan daerah,” kata Bobby.
Ia berharap PERTINA tidak berhenti pada pencapaian prestasi sesaat, tetapi mampu membangun sistem pembinaan yang dapat melahirkan atlet secara berkelanjutan.
“Saya berharap PERTINA Kota Sukabumi dapat terus membangun pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang rutin, hingga pengembangan prestasi atlet pada tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Menurut Bobby, kompetisi juga memiliki peran penting dalam membentuk mental seorang atlet. Karena itu, setiap kesempatan bertanding harus dimanfaatkan sebagai bagian dari proses peningkatan kemampuan.
“Setiap pertandingan bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana kita memberikan yang terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Sekretaris Umum Pengprov PERTINA Jawa Barat Riga Haruman Ashar. Menurutnya, keberadaan event tinju di daerah perlu dijaga kesinambungannya agar semakin banyak atlet memperoleh pengalaman bertanding.
Riga menilai Sukabumi memiliki peluang untuk membangun kembali kekuatan tinjunya melalui pola pembinaan dan kompetisi yang lebih terstruktur.
Salah satunya melalui Sukabumi Amateur Boxing Exhibition 2026 atau Tinju Amatir PERTINA Vol. 2 yang diikuti sekitar 140 atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Eksibisi kali ini dan pelantikan ini bagus, karena bersamaan dengan kegiatan yang memang saat ini akan ada Porprov Jawa Barat di bulan November. Ini juga sebagai ajang terakhir untuk uji coba sebelum Porprov,” ujar Riga.
Meski demikian, Riga mengingatkan bahwa eksibisi berbeda dengan kejuaraan. Karena itu, kegiatan serupa menurutnya perlu dikembangkan secara bertahap menjadi event yang memiliki sistem pertandingan dan jenjang kompetisi.
“Ke depannya kami berharap di Jawa Barat, khususnya di Sukabumi, bisa mengadakan event seperti ini rutin. Kalau event seperti ini hanya eksibisi, bukan event kejuaraan. Bagusnya ke depan lebih berjenjang,” katanya.
Riga bahkan mengusulkan adanya pola penyelenggaraan yang mengombinasikan eksibisi dengan kejuaraan sehingga kalender pertandingan dapat memberikan pengalaman lebih banyak kepada atlet.
“Dua kali event seperti ini, satu kali event buat kejuaraan. Kejuaraan minimal empat hari atau lima hari,” ujarnya.
Dorongan untuk membangun kembali prestasi tinju Sukabumi juga datang dari KONI Kota Sukabumi. Ketua KONI Kota Sukabumi periode 2026-2030 Yoseph Mahdi Yunansyah menempatkan PERTINA sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi daerah.
Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat proses pembinaan dan memberikan ruang lebih luas bagi atlet untuk mengikuti kompetisi tingkat daerah maupun provinsi.
Riga pun secara khusus mengingatkan pentingnya keberanian PERTINA dalam mencari dan membina atlet-atlet potensial.
“Sukabumi semangat terus, jangan sampai kendor. Pilih atlet-atlet yang berbakat, dan mudah-mudahan ada atlet yang dapat meraih medali emas di Porprov berikutnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, medali emas terakhir tinju Sukabumi di Porprov diraih Veron pada 2006. Artinya, sudah cukup panjang penantian untuk kembali menghadirkan juara dari cabang olahraga tersebut.
“Karena terakhir ini Sukabumi mendapatkan medali emas di Porprov itu adalah Bung Veron. Itu di tahun 2006, belum ada lagi penggantinya yang mendapatkan medali emas. Mudah-mudahan nanti di kepengurusan sekarang, di Porprov berikutnya ada yang menjadi medali emas,” pungkasnya.
Kini, tugas PERTINA bukan sekadar mencari petinju untuk tampil di atas ring. Tantangan yang dihadapi adalah membangun mata rantai pembinaan dari usia pelajar hingga atlet senior agar penantian panjang medali emas tinju Sukabumi dapat kembali terjawab melalui generasi baru. UM





