Ayep Targetkan Sukabumi Masuk Tiga Besar Kota Tertoleran di Indonesia

Ayep Targetkan Sukabumi Masuk Tiga Besar Kota Tertoleran di Indonesia
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan komitmennya menjadikan Sukabumi sebagai salah satu dari tiga besar kota paling toleran di Indonesia. / FT: Ist

seputarankita.com – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menargetkan Kota Sukabumi masuk dalam tiga besar kota paling toleran di Indonesia. Saat ini, Sukabumi telah mencatatkan prestasi membanggakan sebagai kota paling toleran peringkat pertama di Jawa Barat dan masuk enam besar secara nasional berdasarkan rilis tahun 2025.

‎Capaian tersebut menjadi modal awal untuk mendorong Sukabumi naik peringkat ke posisi tiga besar nasional.
‎Menurut Ayep, upaya mewujudkan Sukabumi sebagai kota toleran akan ditopang oleh kekuatan persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat.

‎Ia meyakini bahwa semua komponen, termasuk ormas, komunitas, dan unsur pemerintahan harus bersatu dalam visi yang sama. “Konsep yang akan kita laksanakan adalah persatuan kesatuan dari semua komponen masyarakat,” ujarnya, Kamis, 12 Juni 2025.

‎Selain memperkuat aspek sosial kata Ayep, arah pembangunan kota harus selaras dengan tujuan bernegara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan rakyat.

‎Ia menilai kedua tujuan tersebut bukan hanya jargon, melainkan fondasi utama dalam merancang kebijakan dan program pemerintah. “Semua harus punya kegiatan dalam rangka mencerdaskan dan mensejahterakan, karena itu basisnya,” tegasnya.

‎Untuk mencapai target besar tersebut, Ayep menyebut dibutuhkan waktu setidaknya tiga hingga lima tahun. Ia berkomitmen menyusun langkah-langkah terukur agar setiap tahun ada progres yang jelas.

‎”Salah satu indikator kemajuan yang akan dipantau adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai cermin kemandirian dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

‎Selain itu, pembenahan dan penormalan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga menjadi fokus.

‎Ayep menyebut PDAM harus meraih keuntungan, RSUD Bunut dan RSUD Waluya harus sehat secara keuangan dan layanan, dan instrumen-instrumen ekonomi daerah lainnya harus bergerak produktif demi menopang pembangunan kota secara menyeluruh.

‎Ia menambahkan bahwa komunikasi lintas elemen masyarakat akan diperkuat agar semua bergerak ke arah yang positif. “Semua ormas bersatu, diarahkan ke hal-hal yang produktif.

‎Tidak ada lagi waktu luang untuk berpikir macam-macam karena semuanya bergerak bersama,” ucapnya. Pendekatan ini diyakini dapat memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga stabilitas kota.

‎Dia kembali menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil bermuara pada satu hal yaitu mewujudkan cita-cita luhur bangsa. “Ingat satu kali lagi, tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan rakyat. Itu yang akan kita kejar bersama-sama,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Sekda Sukabumi Tegaskan Pengawasan Ketat Program Makanan Bergizi Gratis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *