Bobby Maulana: Pelajar Harus Mampu Beradaptasi dan Bijak Bermedsos

Bobby Maulana: Pelajar Harus Mampu Beradaptasi dan Bijak Bermedsos
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mendorong pelajar agar adaptif terhadap perkembangan zaman dan bijak menggunakan media sosial. Senin (24/11/2025). FT : Ist

seputarankita.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengingatkan para pelajar untuk mampu mengikuti laju perkembangan zaman sekaligus tetap berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, sekolah menjadi ruang penting dalam membentuk karakter dan mengasah potensi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

Bobby menegaskan bahwa harmonisasi antara sekolah, guru, dan orang tua merupakan kunci keberhasilan pendidikan. “Sekolah, guru, dan murid adalah tiga unsur yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya harus saling mendukung,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Ia juga mengajak para pelajar untuk meneladani jasa guru, salah satunya melalui pesan moral yang terkandung dalam lagu Panji Sakti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menyampaikan bahwa proses belajar mengajar harus tetap berjalan optimal di seluruh satuan pendidikan. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-SKPD untuk menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk yang bersentuhan dengan aspek hukum.

Novian menilai momen Hari Pahlawan (10 November) dan Hari Guru Nasional (25 November) menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Perannya sangat besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Ia menambahkan, refleksi dan evaluasi terus dilakukan agar kualitas pelayanan pendidikan semakin meningkat.

Pada kesempatan tersebut, Disdik memberikan penghargaan kepada 41 nominasi terbaik dari unsur sekolah, kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan.

Selain itu, sebanyak 531 P3K Paruh Waktu telah resmi dilantik. Adapun sekitar 360 tenaga Non-P3K Paruh Waktu masih menunggu kejelasan status dari pemerintah pusat.

“Ini bukan hanya persoalan di Kota Sukabumi, melainkan juga di tingkat regional. Prinsipnya, jangan sampai ada ruang kelas tanpa guru,” tegas Novian.

BACA JUGA:  Komisi I DPRD Jabar Perkuat Pengawasan Regulasi ESDM Demi Pertambangan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *