seputarankita.com – Kondisi infrastruktur yang “amburadul” di Kota Sukabumi kembali memicu petaka. Ruas Jalan Ciaul Pasir yang rusak parah baru saja memakan korban; seorang tukang ojek pangkalan, Ujang Supriatna, mengalami luka serius di bagian wajah akibat kecelakaan tunggal setelah terperosok di lubang jalan tersebut.
Insiden naas ini memicu reaksi keras dari anggota DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyesalkan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi yang dinilai melakukan pembiaran terhadap kerusakan jalan hingga melukai warga.
Inggu menegaskan bahwa Komisi II DPRD Kota Sukabumi telah memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk mempertanggungjawabkan kondisi tersebut. Namun, jawaban klasik mengenai “keterbatasan anggaran” menjadi dalih yang diterima dewan.
“Terus terang, saya sangat menyesalkan kasus laka lantas ini. Kami di DPRD sudah kencang mendorong PUTR, tapi alasan mereka anggaran belum tersedia,” ujar Inggu kepada awak media, Jumat (3/4/2026).
Tak mau menerima alasan tersebut begitu saja, Inggu mendesak agar perbaikan jalan rusak menjadi prioritas utama dalam perubahan anggaran parsial mendatang. Ia memberikan deadline agar pekerjaan fisik sudah harus berjalan setelah musim penghujan usai.
“Kita di Komisi II sangat tegas. Kita tidak mau tahu, di anggaran parsial itu wajib dianggarkan. Sekitar April hingga Mei, harus sudah ada pekerjaan perbaikan infrastruktur, terutama jalan-jalan rusak,” tegasnya.
Nada lebih pedas datang dari Ketua Satria Sunda Sakti Sukabumi Raya, Rudi JS. Ia menilai janji Pemkot Sukabumi untuk memperbaiki jalan hanya sebatas retorika atau “omon-omon” belaka tanpa realisasi nyata di lapangan.
Menurut Rudi, alasan keterbatasan anggaran tidak bisa dijadikan tameng atas keselamatan nyawa warga. Ia bahkan mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap Pemerintah Kota Sukabumi atas kelalaian pemeliharaan jalan milik daerah tersebut.
“Janji Pemkot hanya sebatas omon-omon. Banyak berjanji tapi tidak ada tindakan nyata. Kami akan melakukan langkah hukum terhadap kondisi ruas jalan milik Pemkot yang kini amburadul,” cetus Rudi.
Kini, bola panas berada di tangan Pemkot Sukabumi. Publik menanti apakah desakan legislatif dan ancaman hukum dari elemen masyarakat mampu mempercepat perbaikan jalan sebelum jatuh korban-korban berikutnya.(Bim)





