seputarankita.com – Pemerintah Kota Sukabumi memprioritaskan pengembangan layanan KRL Commuter Line sebagai solusi mobilitas warga sekaligus memperkuat keselamatan di perlintasan kereta api.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat meninjau pembangunan pos penjagaan perlintasan serta kesiapan menyambut Kereta Wisata Jakarlalana.
Dia juga menyampaikan, Pemkot Sukabumi secara aktif mendorong PT Kereta Api Indonesia agar layanan KRL dapat diperpanjang dari Bogor hingga masuk ke Kota Sukabumi.
Menurutnya, keberadaan KRL akan sangat membantu masyarakat yang selama ini bergantung pada transportasi darat menuju Jakarta.
“KRL menjadi kebutuhan masyarakat. Kita dorong dari Bogor sampai Kota Sukabumi agar warga punya akses transportasi yang aman, terjangkau, dan terintegrasi. Ini juga sejalan dengan rencana jalur ganda,” ujar Ayep Zaki, Senin 22 Desember 2025.
Seiring penguatan konektivitas, Pemkot Sukabumi juga memperketat aspek keselamatan. Hingga kini, telah dibangun empat pos penjagaan perlintasan kereta api dari total 20 titik rawan yang tersebar di wilayah kota, terutama di perlintasan dengan tingkat risiko kecelakaan tinggi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Iskandar Ifhan menjelaskan, setiap pos dijaga oleh empat personel yang bertugas dalam dua shift.
Seluruh honor petugas perlintasan dibiayai melalui APBD Kota Sukabumi sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Walaupun palang pintu masih manual, kehadiran petugas sangat efektif dalam mengendalikan lalu lintas dan mencegah kecelakaan,” jelasnya.
Selain transportasi harian, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan aspek pariwisata dengan menyambut Kereta Wisata Jakarlalana.
Jadwal kedatangan masih menyesuaikan, namun pemerintah kota memastikan kesiapan penyambutan baik pada Desember maupun Januari mendatang.
Iskandar menegaskan, penguatan layanan KRL, peningkatan keselamatan perlintasan, dan pengembangan wisata diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Sukabumi.
“Transportasi yang aman dan terkoneksi akan berdampak langsung pada pergerakan ekonomi dan PAD,” pungkasnya.





