Lantik 39 Pejabat Baru, Wali Kota Ayep Zaki Tekankan Kompetensi Hukum dan Melek Teknologi AI

Lantik 39 Pejabat Baru, Wali Kota Ayep Zaki Tekankan Kompetensi Hukum dan Melek Teknologi AI
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, resmi melantik 39 pejabat administrator hingga kepala puskesmas di Balai Kota, Selasa (27/1/2026). FT : Bim

seputarankita.com  –  Sebanyak 39 pejabat, di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi resmi dilantik walikota Ayep Zaki, pelantikan berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi. Selasa 27 Januari 2026.

Dari 39 orang yang dilantik, mereka masing-masing menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Pejabat Administrator, Pengawas, Fungsional, hingga Kepala Puskesmas .

Dalam kesempatan itu, Ayep Zaki, akan menggenjot sektor kesehatan salah satunya Rumah Sakit Al-Mulk. Dia bertekad akan menaikan status rumah sakit pemerintah itu dari Tipe D ke Tipe C.

“Untuk mencapai itu butuh kerja keras dan kekompakan semua leading sektor serta membutuhkan proses panjang,” kata Ayep.

Dia berharap, setiap ASN harus terus mengasah kemampuan dan meningkatkan kompetensi. “Kompetensi itu mutlak diperlukan dalam mengikuti perkembangan zaman,” kata dia.

Dia menambahkan, salah satu yang perlu terus diasah adalah kemampuan dasar hukum. Karena dalam menjalankan roda pemerintahan itu berlandaskan hukum.

“Jadi pengetahuan hukum itu bukan milik sarjana hukum saja. Sebab hukum ini menjadi milik masyarakat,” tegasnya.

Selama 12 tahun lamanya, Sukabumi sudah tertinggal oleh kota dan Kabupaten di Wilayah Jawa Barat seperti Tanggerang.

“Dulu tidak ada Tangerang kota, kota Depok, kota Bekasi, kota Sukabumi, kota Tasik, kita kalah jauh,” ungkapnya.

Dia menuturkan, ada tiga hal penting yang harus terus dikembangkan yakni menciptakan generasi yang saleh dan salehah. Selain itu mendorong pengembangan SDM dan budaya saling tolong menolong.

Ayep juga mengucapkan, Kota Sukabumi saat ini masuk deretan atas dengan menempati posisi 4 besar.

“Kita mau kerja keras bersama-sama. Kuncinya bersatu semuanya dan memiliki target ke depan lebih baik lagi ke depan,” harapnya.

Sementara itu Kepala badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia 9BKSDM) Tauifik Hidayah berpesan agar mampu menjadi jembatan yang efektif antara kepentingan eksekutif dan legislatif.

BACA JUGA:  Dua Hari Menghilang, Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Perairan Laut Ujunggenteng

“ Bagian dari jajaran pemerintah daerah, kepentingan eksekutif harus tetap diutamakan dalam kerangka kerja sama tersebut,”kata dia.

Saat ini, BKSDM diperintahkan Walikota untuk segera mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPPT) yang masih kosong. Rencananya pejabat tersebut akan dilantik diakhir Februari 2026.

“ Ada 12 orang yang mengikuti proses jopit terakhir kamis kemarin. Jopit itu tese wawancara untuk melakukan pencocokan penempatan jabatan,”pungkasnya. Bim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *