Pemkot Sukabumi Lantik 130 Pejabat Struktural, Wali Kota Ayep Zaki Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Pemkot Sukabumi Lantik 130 Pejabat Struktural, Wali Kota Ayep Zaki Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melantik sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi di Gedung Juang 45, Rabu (29/10/2025). / FT : Bim

seputarankita.com – Pemerintah Kota Sukabumi resmi melantik sebanyak 130 pejabat struktural dalam rangka penyegaran birokrasi dan penguatan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Pelantikan berlangsung di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Rabu (29/10/2025), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

Dalam sambutannya, Ayep menegaskan bahwa pelantikan dan rotasi jabatan ini merupakan bagian dari sistem birokrasi yang sehat dan dinamis. Menurutnya, mutasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan publik.

“Rotasi jabatan ini hal yang wajar dan bagian dari penyegaran organisasi. Pemerintah butuh aparatur yang segar, siap bekerja, dan berkomitmen melayani masyarakat,” ujar Ayep.

Ayep juga menekankan bahwa seluruh proses penempatan jabatan dilakukan secara transparan dan objektif, melalui mekanisme Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) tanpa intervensi pihak mana pun.

“Saya tidak ikut campur siapa ditempatkan di mana. Semua melalui sistem dan penilaian tim. Tidak ada titip-titipan jabatan. Yang terpenting adalah kompetensi, loyalitas, dan integritas,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ayep juga memberikan pesan khusus kepada para lurah yang baru dilantik agar mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tingkat masyarakat.

“Lurah itu ujung tombak pelayanan publik. Saya ingin lurah benar-benar menjadi representasi pemerintah di lapangan, memastikan kebutuhan warga terpenuhi dengan cepat dan tepat,” ucapnya.

Selain itu, Ayep meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk memahami esensi birokrasi modern yang berorientasi pada pelayanan publik, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok.

“Jabatan itu amanah, bukan hak milik. Setelah masa tugas berakhir, semua harus tunduk pada sistem. ASN itu loyal pada negara, bukan kepada individu,” katanya.

Wali kota juga menyinggung soal efisiensi anggaran dan peningkatan kinerja fiskal. Ia berharap pejabat baru mampu berinovasi dalam meningkatkan pendapatan daerah dan menekan belanja pegawai yang saat ini mencapai 49 persen dari total APBD.

BACA JUGA:  Demi Pemerintahan Merakyat, Ayep Zaki Siap Jemput Aspirasi Warga

“Kita perlu menyeimbangkan antara belanja pegawai dan pembangunan. Jangan sampai anggaran habis untuk gaji, tapi masyarakat tidak merasakan manfaatnya,” tutur Ayep.

Pelantikan ini juga menjadi momentum penting bagi Pemkot Sukabumi dalam memperkuat manajemen talenta ASN, yang nantinya akan diuji penerapannya oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Desember 2025 mendatang.
Ayep optimistis Sukabumi siap menjadi contoh daerah yang menerapkan sistem merit dalam pengisian jabatan pemerintahan.

“Kalau kita konsisten dengan sistem yang berbasis kinerja dan data, saya yakin Sukabumi akan menjadi kota yang unggul dalam reformasi birokrasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *