Tragis: Petani di Sagaranten Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri

Tragis: Petani di Sagaranten Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri
Warga Kampung Cimanggu, Desa Puncakmanggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi Tewas Mengenaskan dengan Luka Robek di Perut. Dugaan Sementara Korban Diduga Bunuh Diri / FT: UM

seputarankita.com – Warga Kampung Cimanggu, Desa Puncakmanggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi digemparkan dengan penemuan jasad seorang petani bernama Ahma Wijaya (52) dalam kondisi tak bernyawa di area perkebunan pinus Pasir Rawa, Rabu (9/7/2025) petang.

‎Korban ditemukan dengan luka terbuka di bagian perut, di dekat sebilah golok dan botol herbisida, yang menguatkan dugaan bunuh diri.

‎Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Selasa (8/7/2025) sore oleh keluarganya karena tak kunjung pulang ke rumah hingga malam hari.

‎Pencarian pun dilakukan oleh warga sekitar, hingga akhirnya korban ditemukan pada Rabu sekitar pukul 17.00 WIB oleh seorang saksi bernama Yaya (55), yang bersama warga menyisir area perkebunan sejauh 400 meter dari permukiman.

‎“Saksi Yaya bersama warga membuka semak-semak, dan dari jarak 10 meter melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa,” ujar Kapolsek Sagaranten, AKP A. Suryana, B. SH, yang memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP).

‎Korban ditemukan dalam posisi telentang tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana pendek berwarna hitam. Luka robek menganga di bagian perut sebelah kiri membuat suasana penemuan sangat memilukan. Di sekitar jasad, ditemukan barang bukti berupa sebilah golok dan satu botol herbisida merek Round Up berukuran satu liter.

‎Saksi lain, Dindin (50), mengaku sempat melihat korban berjalan seorang diri ke arah kebun Pasir Rawa pada Selasa sore sambil membawa botol putih, yang diyakini adalah botol herbisida yang ditemukan di TKP. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban sengaja mengakhiri hidupnya sendiri.

‎Tim gabungan dari Polsek Sagaranten, tenaga kesehatan Puskesmas Sagaranten, Kasi Trantib Kecamatan, dan Kepala Desa Puncakmanggis segera menuju lokasi.

‎Petugas melakukan pengamanan TKP, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi. Namun, tawaran autopsi dari pihak kepolisian ditolak oleh keluarga korban.

‎“Keluarga korban menyatakan menerima musibah ini dan mengikhlaskan kepergian almarhum, sehingga menolak autopsi,” jelas Kapolsek.

‎Jenazah Ahma Wijaya kemudian dievakuasi sekitar pukul 18.00 WIB dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Cimanggu pada Kamis, 10 Juli 2025 pukul 08.00 WIB. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. UM

BACA JUGA:  Rumah Warga Bojongjengkol Ludes Terbakar, Pasutri Alami Luka Bakar Serius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *